Laris Manis, Film 'The Assassin(s)' Lee Min Ho Justru Dilaporkan ke Polisi
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tengah kesukesannya di box office Korea Selatan, film 'The Assassin(s)' justru dihadapkan pada persoalan hukum. Karya layar lebar yang dibintangi Lee Min Ho itu dilaporkan ke polisi atas tuduhan distorsi sejarah.
Film yang diarahkan oleh sutradara legendaris Hur Jin Ho tersebut perdana rilis di bioskop pada 23 September 2026. Dua aktor senior, Yoo Hae Jin dan Park Haeil ikut terlibat sebagai pemeran.
Menurut data dari Korean Film Biz Zone (Kobiz), 'The Assassin(s)' memuncaki daftar box office harian dengan total 1.695.024 penonton hingga 29 September 2026.
Angka tersebut membuat mereka unggul dari 'TAZZA: The Song of Beelzebub' yang tayang pada hari yang sama dan telah mendapat penonton sebanyak 958.056.
| Baca Juga: Foto 1954-2026 Bikin Heboh, Jackie Chan Lagi-lagi Diisukan Meninggal
Sayangnya, di tengah pencapaian itu, 'The Assassin(s)' justru menghadapi kontroversi mengenai cara menggambarkan peristiwa sejarah Korea Selatan tentang percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada 1974.
Ceritanya tentang Apa?
The Assassin(s) mengambil latar 15 Agustus 1974, ketika terjadi penembakan dalam upacara Hari Pembebasan Korea Selatan yang menewaskan Ibu Negara saat itu, Yuk Young Soo, istri Presiden Park Chung Hee.
Ceritanya berfokus pada detektif Cheol Gu yang diperankan Yoo Hae Jin, editor senior Jae Hwan oleh Park Haeil, dan reporter muda Young Il yang dimainkan Lee Min Ho.
Ketiganya menyelidiki kejanggalan dalam versi resmi mengenai peristiwa tersebut, termasuk persoalan peluru yang tidak ditemukan dan kemungkinan adanya kekuatan lain di balik penembakan.
| Baca Juga: Cerita Venly Arauna Dapatkan Peran Daniel di Sekuel Film Kuasa Gelap
Kenapa Dipermasalahkan?
Kontroversi muncul karena film tersebut dinilai oleh sejumlah pihak mengarah pada kemungkinan keterlibatan pemerintah dan badan intelijen dalam penembakan Yuk Young Soo, bahkan menimbulkan tafsir bahwa Park Chung Hee mungkin terlibat dalam kematian istrinya.
Kritik tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan hukum.
Lee Jong Bae, mantan anggota Dewan Kota Seoul dari Partai People Power, melaporkan sutradara Hur Jin Ho dan tim produksi ke polisi pada 29 September 2026 atas dugaan pencemaran nama baik melalui penyebaran informasi yang dianggap tidak benar.
Yayasan Memorial Presiden Park Chung Hee juga meminta permintaan maaf dari pihak produksi dan penghentian pemutaran film.
| Baca Juga: Film 'Conjurig' Angkat Kisah para 'Hantu' di Jalan Braga Kota Bandung
Sementara itu, respons publik Korea Selatan terbelah. Sebagian mempertanyakan penggunaan peristiwa nyata dan tokoh sejarah dalam cerita fiksi, sedangkan pihak lain menilai film tetap memiliki ruang untuk melakukan dramatisasi.
Bagaimana Respons Pembuat Film?
Tim produksi membantah bahwa 'The Assassin(s)' dibuat untuk menciptakan versi sejarah baru.
Mereka menjelaskan bahwa film tersebut menggunakan peristiwa 1974 sebagai motif, kemudian menggabungkannya dengan imajinasi sinematik dan berbagai catatan yang tersedia.
Di media sosial, kontroversi juga berdampak pada sejumlah konten. Kanal YouTube G Movie dengan sekitar 4,17 juta pelanggan menghapus atau membuat privat video terkait film tersebut setelah mendapat kritik.
YouTuber lain dengan akun @1983dk juga menghapus ulasannya dan kemudian meminta maaf karena mengaku tidak menyadari bahwa film tersebut bisa menimbulkan ketidaknyamanan.
| Baca Juga: Oki Rengga dan Mathias Muchus jadi Anak dan Bapak di Film Komedi Satir 'Gak Ada Matinya'
Bagaimana dengan Prestasinya?
Menariknya, kontroversi tidak langsung menghentikan laju penonton. 'The Assassin(s)' sebelumnya memimpin box office selama libur Chuseok dan sempat melewati 1 juta penonton hanya tiga hari setelah dirilis.
Setelah sempat turun ke posisi kedua pada 28 September 2026, film kembali merebut posisi pertama pada 29 September 2026.
Sebelum tayang di Korea, film itu juga menjalani pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival (TIFF) pada 16 September 2026.
Empat pemutaran publiknya dilaporkan menjual habis seluruh 4.256 kursi, sementara Lee Min Ho turut hadir di Toronto untuk mempromosikan film tersebut. (*)







