Stevan Pasaribu dan Andi Rianto Rilis Single 'siapa yang tahan', Saat Cinta Punya Batas Rasa
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Bertahan karena cinta, atau karena masih berharap pasangan akan berubah? Dilema yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang ini menjadi napas single terbaru Stevan Pasaribu bersama Andi Rianto, 'siapa yang tahan'.
Resmi dirilis pada 30 September 2026, lagu tersebut mengangkat cerita seseorang yang mulai lelah mempertahankan hubungan. Kesetiaan yang diberikan tak berbalas setara, sementara usaha untuk memperbaiki keadaan justru kembali berujung luka.
Lewat lagu ini, Stevan dan Andi membawa pendengar menyelami momen ketika harapan perlahan berganti menjadi kesadaran: hubungan tidak bisa terus diperjuangkan sendirian.
Ditulis oleh Andi Rianto, Stevan Pasaribu, dan Kamga, 'siapa yang tahan' menggambarkan hubungan dengan pasangan yang egois dan keras kepala. Ada seseorang yang terus mencoba bertahan, meski harus menghadapi kekecewaan yang sama berulang kali.
| Baca Juga: Mengganjal 42 Tahun, Addie MS Akhirnya Perbaiki Lagu 'Sendiri' yang Dipopulerkan Chrisye
Bagi Stevan, cerita tersebut bukan sekadar tentang putus cinta. Ada keberanian untuk mengakui rasa lelah dan menentukan batas di dalamnya.
“Kadang kita bertahan bukan karena semuanya masih baik baik saja, tapi karena masih berharap keadaan bisa berubah. Sampai akhirnya kita sadar bahwa hubungan itu nggak bisa diperjuangin sendirian,” ujar Stevan.
Harapan itulah yang membuat seseorang sulit melangkah pergi. Namun, ketika luka terus berulang, memilih diri sendiri akhirnya menjadi keputusan yang perlu dihadapi.
“Buat aku, ‘siapa yang tahan’ bukan cuma tentang berakhirnya sebuah hubungan, tapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa kita juga punya batas dan berhak memilih diri sendiri,” lanjutnya.
| Baca Juga: Lagu 'See You Again' Bikin Wiz Khalifa Merasa Aman Secara Finansial, Ini Pencapaiannya
Sisi emosional lagu ini turut dibangun melalui pertemuan karakter vokal Stevan Pasaribu dengan musikalitas Andi Rianto. Aransemen bernuansa sinematik dan megah diperkuat oleh orkestrasi Budapest Scoring Orchestra.
Perpaduan tersebut memberi ruang bagi cerita tentang harapan, kekecewaan, hingga ketegasan untuk menetapkan batas. Pesannya terasa personal: cinta dan kesetiaan tidak cukup untuk menjaga hubungan apabila hanya satu pihak yang terus berusaha.
1 2







