Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Aransemen lagu kemudian dikembangkan bersama Gerald, TJ, serta menambahkan unsur vokal grup (choir) agar memberikan dinamika penutup yang megah.

"Lagunya itu dari yang ibaratnya rock, uplifting, terus kemudian ditutup dengan choir dan dengan dinamika musik yang sebetulnya lebih pelan tapi karena ada choir jadi lebih megah. Habis itu dipresentasikanlah, dikirim ke Rigen, ke Rispo, sama Hifdzi," tambah Iga.

Proyek yang Sempat Tertunda

Pemain bass Barasuara, Gerald Situmorang, mengungkapkan bahwa kerja sama antara Barasuara dan GJLS sebenarnya sudah disepakati jauh sebelum film lain seperti Sore. Proyek ini sempat tertunda dari jadwal awal yang direncanakan.

| Baca Juga: Penampilan Terakhir Anne Hathaway di Red Carpet 2026 Sebelum Hiatus

"Mungkin banyak yang enggak tahu sebenarnya kita sudah deal duluan dari tahun 2024. Sebelum film Sore, sebenarnya GJLS sudah tertarik bikin soundtrack sama Barasuara," kata Gerald.

"Jadi kita tuh sudah sempat deal-dealan buat GJLS. Harusnya film yang pertama. Tapi waktu itu ada band dari Jogja yang akhirnya ngisi. Namanya Orkes Pensil Alis," sambungnya.

Gerald menambahkan, menciptakan lagu khusus dari nol untuk sebuah film merupakan salah satu cita-cita Barasuara yang baru terwujud lewat proyek ini.

Iga membocorkan bahwa 'Api dan Mimpi' merupakan lagu pertama Barasuara yang lahir murni dari draf ciptaan TJ Kusuma.

| Baca Juga: Kawai Labiba Jalani 7 Makeup Berbeda, Dari Sosok Sehat Hingga jadi Hantu Gentayangan

Menanggapi hal tersebut, TJ Kusuma mengungkapkan rasa harunya karena dipercaya menggarap lagu ini.

"Kalau gua sih terharu sebenarnya. Terima kasih juga untuk GJLS karena percaya sama Barasuara untuk menggarap lagunya. Mudah-mudahan perjalanannya menyenangkan, mulus, dan sesuai atau melebihi harapan," ungkap TJ.

1 2 3

Tags: