Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Feby Febiola kini telah melewati lebih dari lima tahun sejak menjalani pengobatan kanker ovarium. Bagi Feby, masa tersebut menjadi bagian penting dalam hidupnya karena ia harus menjalani operasi hingga kemoterapi sebelum akhirnya dinyatakan berada dalam kondisi stabil.

Feby didiagnosis mengalami kanker ovarium stadium 1C pada 2020. Saat itu, ia menjalani pengangkatan rahim dan rangkaian kemoterapi sebagai bagian dari proses pengobatan.

Kini, setelah melewati masa lima tahun sebagai penyintas kanker, Feby mengatakan dirinya sudah tidak lagi menjalani pemeriksaan rutin seperti sebelumnya.

"Udah nggak (kontrol rutin), karena aku udah lewat 5 tahun, dan jadi survivor, jadi udah aman," kata Feby Febiola di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

| Baca Juga: 70 Persen Kasus Kanker Payudara Ditemukan Saat Stadium Lanjut, Pentingnya Kenali Tubuh Sejak Muda

Meski kini lebih banyak tinggal di Bali, Feby tetap menjalani aktivitas di dunia hiburan. Salah satunya dengan kembali terlibat dalam produksi film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.

Kondisi fisik menjadi salah satu hal yang tetap ia perhatikan ketika menerima pekerjaan. Menurut Feby, aktivitas syuting film yang sedang dijalaninya masih dapat ia jalani karena waktu produksinya tidak terlalu panjang.

"Nggak sih, karena memang kan aku juga kayak syutingnya nggak terlalu lama gitu," jelas Feby.

Ia membandingkan pengalaman syuting film dengan sinetron yang biasanya memiliki waktu kerja lebih panjang.

| Baca Juga: Dari Siaran Radio ke Pita Kuning: Perjalanan Pandji dan Steny Menemani Anak-Anak Kanker

"Kalau sinetron kan memang lama, tapi kalau ini kan film cuma satu bulan ada begadang-begadangnya sih, tapi aman sih," jelasnya.

Pengalaman melewati kanker juga membuat Feby semakin memperhatikan pentingnya menjaga kesehatan. Ia mengingatkan bahwa menjaga kondisi tubuh bukan hanya menjadi perhatian bagi orang yang pernah menjalani pengobatan kanker.

"Jaga kesehatan, kesehatan itu mahal. Bukan cuma survivor, bukan cuma orang yang menderita kanker, kita semua harus menjaga kesehatan," ungkapnya.

Feby mengakui, proses yang ia lalui saat menghadapi kanker bukan sesuatu yang mudah. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bagaimana beratnya menghadapi penyakit tersebut dari sudut pandang seorang pasien. "Saya tahu nggak gampang untuk bisa melalui ini semua, melalui proses itu," ujar Feby.

| Baca Juga: Pubertas Bikin Remaja Rentan Minder, Psikolog Ungkap Cara Orang Tua Dampingi Anak

Ia pun merasa pengalaman sebagai penyintas kanker membuat seseorang memiliki pemahaman tersendiri terhadap perjuangan pasien lain yang sedang menjalani proses pengobatan.

"Saya rasa hanya orang yang pernah menderita kanker yang tahu apa rasanya, dan itu hal yang sangat sulit untuk dilalui," tambahnya.

Karena itu, Feby memberikan semangat kepada mereka yang saat ini masih menjalani pengobatan kanker.

"Buat siapapun yang lagi mengalami, saya hanya bisa bilang bahwa semangat," pungkasnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: