Gilang Ramadhan Jelajahi Ribuan Ritme Musik Nusantara Dari Aceh hingga Papua
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Ketukan dalam musik tradisional Indonesia ternyata menyimpan keragaman yang sangat luas. Bagi musisi Gilang Ramadhan, perbedaan ritme itu menjadi kekayaan musikal yang menarik untuk ditelusuri, dicatat, dan dimainkan kembali.
Selama sekitar 30 tahun berkecimpung di dunia kesenian, Gilang melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk mengenali karakter musik tradisional Indonesia. Dari Aceh hingga Papua, ia menemukan pola-pola ritme yang berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing.
Pengalaman tersebut membuat Gilang mencatat sekitar 100 ritme musik tradisional. Catatan itu kemudian dikembangkan dan didigitalisasi melalui gagasan yang diberi nama 'Sawah Rhythm'.
Menurut Gilang, jumlah ritme yang berhasil ia catat tersebut masih menggambarkan sebagian kecil dari kekayaan musik tradisional Indonesia. Keragaman itu bahkan dapat ditemukan dalam wilayah yang berdekatan.
| Baca Juga: Cerita Seru Tiga 'Cogan': Winky Wiryawan, Afgan, dan Maxime Bouttier Dibalik Rilisan 'Aura'
“(Jumlahnya) ribuan. Karena memang ketukan setiap daerah berbeda. Bahkan di Papua, beda desa sudah beda ketukan,” jelas Gilang.
Ketertarikannya terhadap musik perkusi menjadi salah satu alasan Gilang terus menelusuri berbagai bentuk ritme tradisional. Baginya, ketukan bukan sekadar bagian dari permainan musik, tetapi juga menjadi karakter yang membedakan satu tradisi musikal dengan tradisi lainnya.
Karena itu, Gilang tidak ingin hasil pencatatannya hanya berakhir sebagai dokumentasi. Ia berharap ritme-ritme tersebut dapat kembali dimainkan oleh musisi dan menjadi bahan untuk menciptakan musik baru.
“Yang saya inginkan adalah bergairah, dimainkan, diciptakan, memberikan inspirasi bagi anak-anak muda supaya bisa berkreasi dengan catatan Sawah Rhythm,” ujarnya.
| Baca Juga: Album iqro' Bawa Raim Laode Tembus Tangga Global Selama 21 Minggu
Pengalaman tersebut dibagikan Gilang dalam Kelas Literasi Budaya Nusantara #3: Musik Tradisional Sawah Rhythm yang digelar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada Jumat (2/10/2026).
Kegiatan itu menjadi ruang bagi Gilang untuk berbicara mengenai prosesnya mengenali musik tradisional sekaligus memperkenalkan Sawah Rhythm kepada masyarakat. Perpusnas menghadirkan pengalaman tersebut melalui konsep Human Library, yang menempatkan pengalaman seseorang sebagai sumber pengetahuan.
1 2







