Cuma Luka Kecil, Perlukah Ditutup? Dokter Ungkap Kesalahan yang Sering Dilakukan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Luka kecil sering dianggap sepele. Jari tergores saat memasak atau lutut lecet ketika berolahraga biasanya dibiarkan begitu saja. Padahal, luka sekecil apa pun membuat lapisan pelindung kulit terbuka dan bisa menjadi jalan masuk kotoran maupun bakteri.
dr. Kevin Mak menegaskan, luka ringan tetap perlu dibersihkan dan ditutup. “Luka sekecil atau sebesar apa pun itu wajib ditutup. Kenapa? Karena luka itu adalah jalan masuknya bakteri atau infeksi,” ujarnya dalam bincang-bincang bersama Hansaplast dan Watson di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (3/10).
Menurut dr. Kevin, ukuran luka bukan satu-satunya pertimbangan untuk menentukan perlu tidaknya perawatan. Ia menyebut sejumlah kesalahan yang masih sering terjadi.
Hanya dibilas air. Air boleh dipakai sebagai pertolongan awal, tetapi perawatan belum selesai. Setelah dibersihkan, luka perlu diberi larutan antiseptik agar dasar luka tetap steril. Langkahnya: bersihkan, beri antiseptik, lalu lindungi dengan penutup yang sesuai.
| Baca Juga: Luka Operasi Sudah Menutup, Benarkah Sudah Sembuh? Ini yang Sering Terlewat
Dibiarkan terbuka atau disentuh tangan kotor. Luka yang masih berisiko terkena kotoran atau gesekan sebaiknya tidak dibiarkan terbuka.
Cara memilih plester. Bentuk luka, lokasi, dan aktivitas harus ikut dipertimbangkan. “Kita harus pakai plester yang sesuai dengan bentuk dan juga jenis lukanya,” kata dr. Kevin. Di area yang banyak bergerak seperti siku dan lutut, bahan penutup harus cukup fleksibel agar tidak mudah lepas.
Tergoda pada yang praktis. Penutup luka kini hadir dalam bentuk transparan hingga semprot. Namun, menurut dr. Kevin, kepraktisan hanya pertimbangan tambahan, bukan pengganti fungsi utama perlindungan.
Marketing Manager Hansaplast, Yosephine Carolline, menyebut sekitar 50 persen orang masih tidak memakai plester ketika terluka. Kondisi itu menunjukkan edukasi perawatan luka masih diperlukan.
| Baca Juga: Penderita Diabetes dan Hipertensi Tetap Bisa Operasi Katarak, Ini Syarat dari Dokter Spesialis Mata
Kapan Harus ke Dokter
Luka ringan umumnya bisa dirawat di rumah. Namun, periksakan ke tenaga medis jika muncul kemerahan atau bengkak yang meluas, nyeri bertambah, luka terasa panas, keluar nanah atau cairan berbau, atau demam.
Luka yang terus berdarah meski sudah ditekan, dalam atau menganga, akibat gigitan, atau disertai gangguan gerak dan rasa kebas juga tidak boleh dianggap luka biasa.
“Luka sekecil apa pun jika kita biarkan lama-kelamaan bisa menjadi luka besar,” kata dr. Kevin. (*)







