Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 berlangsung meriah di kawasan Balai Kota Surabaya, Minggu (4/10/2026).

Selain diikuti ribuan pelari, ajang tersebut juga diramaikan peserta yang tampil dengan berbagai kostum unik.

Salah satunya Umi Lisda, peserta asal Mojokerto yang mengikuti kategori 10K dengan mengenakan kostum seberat sekitar 7 kilogram.

Umi mengatakan kostum yang dikenakannya terinspirasi dari tokoh pewayangan Jawa, Jatayu.

"Kostum yang saya pakai terinspirasi dari suami saya. Ini tema kostumnya Jatayu. Saya asal dari Jawa, jadi kalau ada event saya cari tema yang dari Jawa dulu," ujar Umi.

Dia mengaku membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan kostum tersebut. Prosesnya dimulai dari mencari ide hingga menentukan bahan dan perpaduan warna.

| Baca Juga: 1.000 Menu, 45 Hari, dan Cerita Indonesia yang Tersaji di Jakarta

Menurut Umi, salah satu bagian yang cukup sulit adalah mencari botol dan menyesuaikan warna kostum dengan identitas ISOPLUS.

"Mempersiapkan kostum ini sekitar dua minggu. Cari-cari idenya, cari botolnya juga agak sulit. Terus perpaduan warnanya sama warna brand ISOPLUS juga agak sulit. Jadinya satu minggu alhamdulillah dapat," tuturnya.

Meski harus berlari dengan kostum yang cukup berat, Umi tetap berusaha menyelesaikan lomba hingga garis finish.

Dia bahkan mengaku terus berselawat selama berada di lintasan untuk menjaga semangatnya.

"Di jalan berselawat terus biar bisa finish," kata Umi.

Diikuti Hampir 11.000 Pelari

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. (Foto : Azharul Hakim/Vivia Media)

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 menghadirkan lima kategori, yakni Full Marathon 42K, Half Marathon 21K, 10K, 5K, dan Kids Dash.

| Baca Juga: Ulah Bravy dan Tepe Bikin Warganet Geram, Reza Arap Bereaksi Keras!

Ajang tersebut diikuti hampir 11.000 pelari, meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang diikuti sekitar 9.000 peserta.

Para peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Sebanyak 38,89 persen peserta tercatat berasal dari luar Surabaya, sedangkan 61,11 persen lainnya merupakan pelari dari Kota Surabaya.

Namun, penyelenggara harus menghentikan kategori Full Marathon di tengah perlombaan karena kondisi cuaca dinilai tidak lagi aman bagi peserta.

Race Director ISOPLUS Run Series 2026 Safrita Aryana mengatakan kondisi cuaca dipantau menggunakan indikator Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) sejak sebelum perlombaan dimulai.

| Baca Juga: Dihina Punya 'Tato Jelek', Chaeyoung TWICE Balas Menohok: Ibuku Ikut Saat Tato Pertama

Saat flag off Full Marathon pada pukul 04.00 WIB, suhu tercatat 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen. Kondisi kemudian berubah ketika perlombaan berlangsung.

"Pada pukul 08.25, WBGT menunjukkan suhu mulai 33–36 derajat Celsius. Kurang dari 10 menit, suhu melonjak ke 42–44 derajat bahkan sampai 48 derajat Celsius," kata Safrita.

Penyelenggara kemudian berkoordinasi dengan Running Doctors dan koordinator medis untuk menentukan langkah keselamatan peserta.

Lomba akhirnya dihentikan setelah kondisi cuaca dinilai berisiko bagi para pelari. Peserta yang masih berada di lintasan juga dievakuasi.

Safrita menjelaskan, peserta Full Marathon yang ingin melanjutkan perjalanan menuju garis finis tetap diperbolehkan, tetapi harus berjalan kaki dan tidak berlari.

Water station juga tetap disediakan untuk membantu menjaga kondisi peserta.

Peserta Full Marathon yang terdampak penghentian lomba tetap dapat mencapai garis finis dan memperoleh medali serta jaket finisher.

"Ini bukan kesalahan pelari, tetapi kondisi yang tidak memungkinkan," ujarnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: