Freya JKT48 dan Emir Mahira Bicara Dilema Persahabatan dan Bisnis di Film 'Harga Teman'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleEmir Mahira Awalnya Casting sebagai Julian
Emir Mahira ternyata tidak sejak awal mengincar karakter Boshi. Ia awalnya mengikuti casting untuk memerankan Julian. Namun, setelah menjalani pembacaan dan uji peran, sutradara melihat sisi lain dari Emir yang dinilai lebih cocok dengan karakter Boshi.
"Jujur, awalnya saya diikutsertakan casting untuk peran Julian. Namun setelah proses pembacaan dan uji peran, sutradara melihat ada sisi lain dari diri saya yang sangat cocok dengan Boshi," ujar Emir.
Menurut Emir, sejumlah karakteristik Boshi justru merupakan sisi dirinya yang belum pernah ia eksplorasi dalam film sebelumnya. Salah satunya adalah kecintaannya terhadap budaya pop Jepang, anime, Dragon Ball, hingga Pokemon.
"Sebenarnya elemen-elemen kepribadian Boshi itu adalah sisi diri saya yang belum pernah saya eksplorasi di film-film sebelumnya: saya sangat menyukai budaya pop Jepang, anime, Dragon Ball, hingga Pokemon," akunya.
Karakter tersebut membuat Emir bersemangat karena ia merasa memiliki kedekatan dengan sejumlah sisi Boshi. Ia menilai Boshi itu karakter yang unik, mungkin bagi sebagian orang terlihat tidak konvensional, tetapi dia sangat jujur, vokal menyuarakan apa yang dia suka,
"Dia itu bangga menjadi dirinya sendiri tanpa memedulikan omongan miring orang lain. Di situ jadi menarik banget," katanya.
Dibangun Layaknya Sahabat Sungguhan
Mengingat cerita Harga Teman berpusat pada persahabatan, chemistry antarpemain menjadi bagian penting dalam proses produksi. Emir mengatakan kedekatan tersebut tidak hanya dibangun ketika berada di depan kamera. Para pemain juga banyak menghabiskan waktu bersama di luar lokasi syuting dengan makan, mengobrol, dan berdiskusi.
| Baca Juga: Jeongyeon TWICE Siap Debut Akting, Jadi Perawat Militer di Film 'New Recruit'
"Alhamdulillah, rekan-rekan bermain di sini orang-orang yang sangat suportif dan luar biasa. Di luar proses syuting, kami banyak menghabiskan waktu bersama, makan bareng, mengobrol, dan berdiskusi," ujar Emir.
Proses syuting berlangsung selama 18 hari, terdiri dari 17 hari di Jakarta dan satu hari di luar kota. Suasana yang cair membuat hubungan para pemain terasa seperti persahabatan sungguhan.







