Bandung Jadi Tuan Rumah Festival Sinema Dunia, BWC Digelar November
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Bandung akan menjadi salah satu titik pertemuan penikmat film dengan sinema dari berbagai negara melalui penyelenggaraan perdana Bandung World Cinema (BWC). Festival ini akan berlangsung secara luring di CGV Paris Van Java pada 14-21 November 2026.
Kehadiran BWC menjadi bagian dari ekspansi Jakarta World Cinema (JWC) ke Jawa Barat. Festival tersebut membawa program sinema internasional ke Bandung dengan menghadirkan film-film dari sejumlah negara sekaligus membuka ruang pertemuan bagi komunitas dan pelaku perfilman setempat.
Sebanyak 207 film dari 69 negara masuk dalam program BWC. Dari jumlah tersebut, 120 film merupakan karya yang telah meraih penghargaan di berbagai festival film internasional.
Beberapa film yang masuk dalam program antara lain Fjord karya Cristian Mungiu, Minotaur garapan Andrey Zvyagintsev, All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi, The Debut karya Jesse Eisenberg, Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor, serta Woman Unknown arahan May el-Toukhy.
| Baca Juga: Jakarta World Cinema 2026 Hadirkan Karya Film Pemenang Cannes, Venesia, dan Berlin
Rangkaian pemutaran juga akan ditutup dengan Inherit, film horor terbaru karya sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun.
Selain datang langsung ke bioskop, penonton juga dapat mengikuti BWC secara daring melalui KlikFilm. Program online tersebut tersedia mulai 31 Oktober hingga 21 November 2026.
Festival ini digelar melalui kolaborasi The Panasdalam Pictures, CGV dan Pemerintah Kota Bandung, dengan dukungan KlikFilm. Kehadirannya tidak hanya diarahkan sebagai tempat menonton film, tetapi juga sebagai ruang bertemu bagi sineas, mahasiswa, komunitas, pelaku industri dan penonton.
Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, S.E. menyambut penyelenggaraan BWC sebagai bagian dari penguatan ekosistem kreatif di kotanya.
| Baca Juga: Nandhi Narendra Turunkan BB 7 Kg, Pakai Kostum Seberat 10 Kg di Film ‘Rambut Sewu’
"Pemerintah Kota Bandung menyambut dengan sangat bangga kehadiran edisi perdana Bandung World Cinema. Kota ini selalu menjadi rahim bagi kreativitas, inovasi, dan komunitas seni yang kuat. Kolaborasi ini tidak hanya mengukuhkan posisi Bandung sebagai episentrum industri kreatif dan budaya di Indonesia, tetapi juga memberikan panggung berharga bagi ekosistem perfilman lokal untuk bersilaturahmi dan terinspirasi oleh karya-karya terbaik dari berbagai belahan dunia," kata Farhan.
Interaksi antara pelaku industri dan komunitas film juga mendapat tempat melalui program In Conversation With. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 15-19 November 2026 di CGV Paris Van Java.
Program tersebut akan menghadirkan pelaku perfilman untuk berbagi pengalaman bersama sineas muda dan komunitas film Bandung. Pembahasannya mencakup proses kreatif, pengembangan keterampilan serta dinamika industri perfilman saat ini.
BWC kemudian akan menutup rangkaian kegiatan pada 21 November 2026 lewat Open Air Cinema di Taman Balai Kota Bandung. Konsep pemutaran terbuka ini akan menampilkan film-film pendek karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung.
| Baca Juga: Dituding Mempermainkan Agama karena Lepas-Pasang Hijab, Berliana Lovell Kenang Kepergian Ayah
Film klasik 'Lewat Djam Malam' karya Usmar Ismail juga akan diputar dalam agenda tersebut. Film yang telah melalui proses restorasi itu dipilih karena memiliki hubungan sejarah dan kultural yang kuat dengan Bandung.
Pidi Baiq selaku Steering Committee BWC menyebut festival tersebut ingin menjadikan kegiatan menonton film sebagai ruang berkumpul bagi berbagai kalangan.
"Bandung itu kota yang romantis, menyenangkan, dan punya ikatan batin yang kuat dengan seni bercerita. Lewat BWC dan kolaborasi bersama The Panasdalam Pictures, kita ingin merayakan semangat itu. Festival ini bukan cuma soal nonton film bagus, tapi ini adalah ruang 'nongkrong' bareng, dari mahasiswa, pembuat film, sampai masyarakat umum. Kita kumpul, kita apresiasi karya lokal, dan kita rayakan sinema bareng-bareng di Balai Kota."
Executive Director BWC Frederica mengatakan penyelenggaraan di Bandung merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap film dari berbagai belahan dunia.
“Bandung World Cinema adalah perpanjangan napas dari JWC, sekaligus wujud nyata dari komitmen kami bersama KlikFilm untuk mendemokratisasi akses terhadap world cinema. Membawa karya-karya film terbaik dunia ke kota yang memiliki basis sinefil dan audiens muda seantusias Bandung adalah sebuah pencapaian yang membanggakan. Kami ingin menembus batas geografis agar keseruan JWC dapat dirayakan secara merata,” ujarnya. (*)







