Gloria Jessica dan Ade Govinda Tuangkan 11 Cerita Patah Hati dalam Album 'Blue'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSelain “Terbelah Jadi Dua”, “Tanpa Batas Waktu” juga dirilis sebelum album “Blue.” hadir. Keduanya menjadi bagian dari pengenalan proyek musik Gloria dan Ade sebelum seluruh materi album dirilis.
Bersamaan dengan peluncuran album, Gloria dan Ade juga merilis video musik “Timpang”. Video tersebut menampilkan Dinda Kirana dan Theo Supple sebagai pasangan suami istri yang menghadapi persoalan kehilangan dan penyesalan.
| Baca Juga: Siap Gelar Konser 'Aku Kembali', Syahrini Ajak Penggemar Gabung Kader PII
Video musik “Timpang” disutradarai Bagoes Tresna dan tayang pada 2 Oktober 2026 melalui kanal YouTube Ade Nurulianto.
Menurut Gloria, “Timpang” memiliki makna yang lebih luas dari kisah kehilangan pasangan. Lagu tersebut juga mengingatkannya pada kehilangan orang-orang terdekat dalam kehidupan.
“Lagu ini bukan cuma tentang kehilangan pasangan, tapi juga kehilangan siapa pun yang kita sayangi, seperti orang tua,” tutur Gloria.
Pemilihan judul “Blue.” merujuk pada ungkapan feeling blue yang menggambarkan perasaan sedih dan murung. Tema tersebut kemudian menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh materi album.
| Baca Juga: Gilang Ramadhan Jelajahi Ribuan Ritme Musik Nusantara Dari Aceh hingga Papua
Bagi Gloria, album ini juga memiliki arti personal. Ia kehilangan ibunya menjelang “Blue.” dirilis. Kondisi tersebut membuat proses perilisan album menjadi pengalaman yang bercampur antara kesedihan dan rasa syukur.
“Album ini hadir layaknya sebuah berkat, meskipun dibalut kesedihan,” ungkap Gloria.
Dari sisi produksi, Ade dan Gloria menggarap materi album dengan perhatian pada detail audio. Proses mixing dilakukan melalui sejumlah revisi untuk memastikan setiap bagian musik dan vokal terdengar jelas.
Ade juga memilih “Dominasi” sebagai salah satu lagu yang paling ia sukai. Lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang terlalu lama mengikuti keinginan pasangannya hingga akhirnya berani menyampaikan apa yang dirasakan.







