Habis Olahraga Lanjut Ngopi atau Kerja? Ini Cara Memilih Activewear yang Nyaman dan Tetap Stylish
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Batas antara pakaian olahraga dan busana sehari-hari kini semakin kabur. Seseorang bisa berolahraga pada pagi hari, lalu langsung ke kafe, bertemu teman, atau bekerja tanpa sempat berganti pakaian. Karena itu, activewear dituntut tidak hanya nyaman saat tubuh bergerak, tetapi juga tetap pantas dikenakan setelah aktivitas selesai.
Arah ini terlihat dari koleksi B/ACTIVE yang diperkenalkan dalam Fashion Nation ke-20, dengan pilihan untuk berbagai jenis olahraga, bukan hanya satu kegiatan. Namun, terlepas dari tren yang berkembang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih pakaian.
Langkah pertama adalah mengenali jenis aktivitas, bukan mengikuti tren. Untuk lari, pakaian yang ringan dan mampu mengelola keringat menjadi pertimbangan utama. Yoga dan pilates membutuhkan kelenturan agar pakaian tidak terasa menarik saat tubuh meregang dan berpindah posisi.
Sementara itu, latihan kekuatan menuntut ruang gerak yang leluasa pada bahu, lengan, pinggang, dan kaki. Untuk olahraga di luar ruangan, kondisi cuaca dan paparan sinar matahari juga perlu diperhitungkan.
| Baca Juga: Motif Bukan Satu-satunya Penentu, Ini Cara Memahami Busana Batik
Selanjutnya, perhatikan bahan dan potongan. Pakaian yang nyaman saat diam belum tentu tetap nyaman ketika tubuh berkeringat, sehingga bahan yang ringan dan mendukung sirkulasi udara lebih disarankan.
Potongan pun berpengaruh, sebab pakaian yang terlalu longgar bisa mengganggu gerakan, sedangkan yang terlalu ketat membuat tubuh kurang leluasa.
Karena itu, ukuran sebaiknya tidak hanya dinilai dari tampilan di depan cermin. Cobalah mengangkat tangan, membungkuk, berjalan, atau squat sebelum membeli untuk mengetahui apakah pakaian mudah bergeser atau terasa menarik di bagian tertentu. Hal ini semakin penting jika pakaian akan dipakai untuk lebih dari satu aktivitas.
Bagi perempuan berhijab, panjang dan coverage pakaian menjadi pertimbangan tambahan. Atasan yang lebih panjang dapat memberi rasa aman saat bergerak, dan hijab perlu dipastikan tidak mudah bergeser pada aktivitas dengan banyak gerakan kepala dan tubuh. Meski begitu, perkembangan modest fashion membuat kebutuhan ini tetap bisa dipenuhi dengan siluet yang modern.
| Baca Juga: Pesona Sabrina Chairunnisa, Tampil Berhijab di Runway New York Fashion Week 2026
Di sisi lain, perubahan terbesar activewear justru terlihat setelah olahraga selesai. Celana olahraga bisa dipadukan dengan atasan kasual, jaket ringan dikenakan seusai latihan, dan atasan dengan potongan tepat tetap relevan untuk bertemu teman atau bekerja dari tempat santai.
Siluet modern, detail sederhana, serta warna netral atau feminin seperti merah muda lembut membuat busana olahraga tidak selalu terlihat teknis. Detail seperti monogram pun bisa menjadi elemen visual tanpa mengurangi fungsi utamanya.
Kebutuhan akan pakaian yang fleksibel ini berangkat dari gaya hidup yang semakin beragam. Creative Director Buttonscarves, Mifthahul Jannah, mengatakan activewear kini perlu menjawab lebih dari satu jenis aktivitas.
“Activewear saat ini perlu menjawab lebih dari satu jenis aktivitas. Setiap orang memiliki pilihan olahraga, rutinitas, dan intensitas workout yang berbeda, tetapi tetap membutuhkan pakaian yang nyaman, fungsional, sesuai dengan personal style mereka,” ujar Mifthahul di sela-sela runway Buttonscarves Active saat Fashion Nation XX di Atrium Senayan City Mall, Jakarta baru-baru ini.
Dengan begitu, satu busana dapat dirancang untuk memberi keleluasaan bergerak sekaligus tetap relevan ketika pemakainya berpindah ke aktivitas lain. (*)







