Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Setiap Anak Punya Potensi Berbeda
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Nilai rapor dan prestasi akademik kerap menjadi tolok ukur anak itu pintar. Padahal, kemampuan setiap anak berbeda. Ada yang menonjol di bidang sains, sementara yang lain memiliki bakat dalam seni, musik, atau keterampilan lainnya.
Dokter spesialis anak RS Anugerah Pekalongan, dr. Shyrien Amalina, Sp.A, M.Sc, mengingatkan bahwa anak tidak harus unggul di semua bidang. Menurutnya, kepintaran memiliki banyak bentuk dan tidak bisa dinilai hanya dari satu standar.
“Tidak semua anak harus jadi dokter, tidak semua anak harus jago matematika, tidak semua anak harus jago fisika. Anak itu kepintarannya macam-macam,” ujar dr. Shyrien.
Ia mencontohkan anak yang memiliki kemampuan menggambar atau bermusik. Potensi tersebut tetap merupakan bentuk kecerdasan yang patut dihargai. Karena itu, nilai IQ maupun capaian akademik tidak seharusnya menjadi satu-satunya patokan untuk menilai kemampuan anak.
| Baca Juga: Rahasia di Balik Kecerdasan Anak: Semua Terjadi di Fase 5 Tahun Pertama
Orang tua punya peran penting dalam membantu anak menemukan dan mengembangkan potensinya. Langkah awalnya dapat dilakukan dengan mengamati kegiatan yang membuat anak antusias, mendengarkan cerita mereka, serta memberi kesempatan untuk mencoba hal-hal baru.
Pendampingan juga dibutuhkan saat anak menghadapi kesulitan. Orang tua dapat membantu anak memahami proses belajar tanpa terburu-buru membandingkannya dengan teman sebaya atau saudara.
“Orang tuanya yang bisa menilai. Kalau orang tuanya tidak menilai, tidak mengevaluasi, dia tidak akan pernah tahu harus mendukung anaknya ke mana. Jadi sangat penting dukungan orang tua terhadap anak,” kata dr. Shyrien.
Dengan mengenali minat dan kemampuan anak, orang tua dapat memberikan dukungan yang lebih sesuai. Pendekatan ini membantu anak merasa dihargai sekaligus memberi ruang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
| Baca Juga: Skor IQ Bukan Penentu, Ini Kunci Lain yang Menentukan Potensi Anak
Selain dukungan dan stimulasi, dr. Shyrien turut menyoroti pentingnya nutrisi dalam mendukung tumbuh kembang anak. Ia menjelaskan bahwa kerja saraf yang saling berkomunikasi berperan dalam fungsi kognitif dan memori.
“Persarafan yang saling berkomunikasi dan saling mendukung itu yang kita penuhi dari nutrisi. Memori dan kognisi yang baik, itu yang kita penuhi dari AHA/DHA,” jelasnya.
Ia menambahkan, AHA/DHA mendukung perkembangan anak agar potensi kecerdasannya dapat mencapai titik optimal. Namun, pengembangan potensi tetap perlu didampingi dengan perhatian orang tua terhadap kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak. (*)







