Taskya Namya, Wavi Zihan, Hingga Yusuf Mahardika, Alami Teror Nyata Saat Syuting 'Rambut Sewu'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleTak tanggung-tanggung, Wavi harus melakoni adegan kesurupan tiga entitas sekaligus di tengah kondisi tubuh yang sedang berpuasa di bulan Ramadhan.
"Sebelumnya pernah melakoni adegan kesurupan, tapi kalau dirasuki sampai tiga entitas sekaligus baru di film ini. Capek banget rasanya, apalagi waktu itu proses syutingnya bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan, rasanya haus sekali," ungkap Wavi Zihan.
Wavi juga menambahkan bahwa selama adegan berlangsung, ia menggunakan lensa kontak khusus yang menghalangi pandangannya, sehingga keterkejutan dan ketegangan di lokasi syuting terasa semakin nyata.
Karakter Marni: Penuh Luka dan Demi Lindungi Keluarga
Sementara itu, aktris Taskya Namya yang memerankan sosok Marni menyebut film Rambut Sewu memiliki kedalaman cerita yang berbeda dibanding film horor pada umumnya. Tak hanya mengandalkan kejutan (jumpscare), film ini menonjolkan motif emosional dan latar belakang kepedihan seorang kakak yang rela berkorban.
| Baca Juga: Taskya Namya Ungkap Sisi Emosional Jadi Perempuan Tertindas di Film Rambut Sewu
"Apa yang dilakukan oleh Marni adalah hal yang juga akan dilakukan oleh banyak orang demi keluarga. Di mana aku akan membela keluargaku apa pun yang terjadi. Mau keluargaku dihina, dicaci, atau direndahkan, aku akan pasang badan untuk mereka," tegas Taskya Namya.
Taskya menambahkan, ia mengeksplorasi karakter Marni sebagai sosok yang memiliki keterbatasan fisik pada kakinya, sehingga menciptakan karakter yang insecure dan tertutup dari dunia luar.
Karena Marni memiliki kekurangan fisik di kakinya yang membuatnya pincang atau cacat, ia menggambarkan sebagai sosok yang sangat insecure, sulit berkomunikasi dengan dunia luar, dan tidak terbiasa bersosialisasi dengan orang banyak.
"Tidak ada permintaan yang kaku. Sutradara sangat membebaskan kami para aktor untuk mengeksplorasi dan membentuk karakter masing-masing," sambung Tasyka.
Diangkat dari Mitos Jawa dan Filosofi Rambut Sewu







