Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Sepatu yang terlihat bagus belum tentu nyaman dipakai. Begitu pula ukuran yang selama ini dianggap paling pas, belum tentu benar-benar sesuai dengan bentuk kaki. Ukuran dan bentuk telapak, lebar kaki, punggung kaki, hingga aktivitas sehari-hari ikut menentukan sepatu seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Hal ini menjadi perhatian ketika sepatu dirancang untuk konsumen Indonesia. Handiman Ali, President Director PT Mario Minardi Indonesia, mengatakan orang tuanya pernah belajar membuat sepatu di Milan, Italia.

Mereka lalu membawa teknik, mesin, hingga material ke Indonesia. Namun, pendekatan dari Italia tidak bisa diterapkan begitu saja.

“Orang Indonesia kakinya tidak se-slim orang Italia atau Eropa. Jadi pekerjaan rumahnya adalah bagaimana membuat sepatu yang tetap bagus dan elegan, tetapi nyaman dipakai,” ujar Handiman saat bincang-bincang tentang babak baru Mario Minardi di Pacific Place Mall, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

| Baca Juga: Cara Menata Area Gaming di Ruang Keluarga agar Tetap Rapi dan Nyaman

Karena karakter kaki berbeda, angka ukuran tidak bisa menjadi satu-satunya patokan. Sepatu ukuran 42 belum tentu memiliki ruang dan bentuk yang sama dengan sepatu lain berukuran 42. Saat mencoba sepatu, berdiri di depan cermin saja tidak cukup.

Berjalanlah beberapa langkah, lalu rasakan apakah jari kaki punya ruang cukup, bagian samping tidak menekan, dan tumit tetap stabil.

Jika sejak awal sudah terasa sakit, jangan berasumsi rasa itu akan hilang setelah sepatu sering dipakai. Sepatu baru memang butuh masa adaptasi, tetapi rasa sakit bukan bagian yang wajar dari proses tersebut.

Selain panjang, perhatikan juga lebar. Ada orang bertelapak lebar, ada pula yang punggung kakinya tinggi, sehingga sepatu terasa menekan meski panjangnya sudah sesuai. Bila membeli secara daring, periksa panduan ukuran dan informasi panjang serta lebar bagian dalam sepatu jika tersedia.

| Baca Juga: Lima Tahun Jadi Survivor Kanker, Feby Febiola: Kesehatan Itu Mahal

Pilih model berdasarkan kebutuhan kaki, bukan semata-mata karena sedang tren. Sepatu seharusnya menyesuaikan kaki, bukan kaki yang dipaksa mengikuti sepatu.

Aktivitas dan bahan pun ikut menentukan. Jika banyak berjalan atau berdiri, kenyamanan dan kestabilan perlu jadi prioritas, sedangkan untuk acara formal desain boleh lebih dipertimbangkan asalkan kaki tidak mudah lelah.

Material yang sangat kaku juga bisa memberi tekanan lebih besar, terutama saat sepatu masih baru. Menurut Handiman, proses pembuatan sepatu perlu terus diperbarui untuk menemukan keseimbangan antara tampilan dan kenyamanan.

“Tujuannya bagaimana sepatu itu tetap elegan, tetapi nyaman. Kami terus melakukan research dan setiap tahun kami refresh lagi,” katanya.

| Baca Juga: Pernah Kena Stroke, Iwet Ramadhan Ingatkan Bugar Belum Tentu Sehat

Ukuran kaki juga bisa berubah karena berat badan, usia, atau aktivitas. Handiman mencontohkan, ukuran 38 atau 39 yang umum pada era 1980-an dan 1990-an kini bergeser, dengan ukuran 42 hingga 45 semakin banyak ditemui. Karena itu, kebiasaan membeli sepatu dengan ukuran yang sama selama bertahun-tahun belum tentu pilihan terbaik.

Intinya, sebelum membeli sepatu, kenali bentuk kaki, jangan terpaku pada angka ukuran. Selalu coba sambil berjalan, perhatikan lebar dan ruang gerak, serta pilih sepatu sesuai aktivitas. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: