Stroller untuk Orang Tua Urban: Bukan Sekadar Ringkas, Ini yang Sering Terlupakan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Bagi orang tua yang tinggal di kota besar, stroller bukan sekadar perlengkapan untuk membawa anak berjalan-jalan. Benda ini menjadi bagian dari rutinitas, mulai dari ke pusat perbelanjaan, menyusuri trotoar, naik transportasi umum, hingga bepergian dengan mobil.
Memilih stroller tidak cukup hanya dengan melihat bentuk, bobot, atau warna. Orang tua perlu memastikan stroller sesuai dengan kondisi jalan, pola mobilitas keluarga, usia anak, dan kemampuan mereka menggunakannya.
Pertanyaan itu semakin relevan ketika ruang di rumah dan mobilitas keluarga perkotaan sama-sama terbatas. Stroller yang terlalu besar menyulitkan penyimpanan dan sulit masuk bagasi, sedangkan yang terlalu ringan belum tentu aman di jalan yang tidak rata. Kemampuan bermanuver juga penting, terutama saat orang tua harus mendorong stroller sambil membawa barang atau menggandeng anak lain.
Melissa Lim, Account Manager kawasan Asia Tenggara, menyebut keluarga yang tinggal di kawasan urban atau kota pada dasarnya punya kebutuhan serupa, terutama soal mobilitas dan keterbatasan ruang.
| Baca Juga: Tips Memilih Sepatu yang Nyaman untuk Kaki Orang Indonesia, Jangan Cuma Lihat Ukuran
“Ketika kota semakin berkembang, ruang juga menjadi semakin terbatas. Karena itu, keluarga membutuhkan solusi yang lebih praktis dan kompak,” ujarnya dalam bincang-bincang tentang pengalaman berjalan-jalan di kota bersama Bugaboo dan Mothercare di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Kondisi jalan di Indonesia pun beragam, dari trotoar yang relatif mulus hingga permukaan berlubang atau berbatu. Karena itu, ukuran roda dan sistem suspensi jadi faktor penting.
Roda yang lebih besar dan suspensi yang baik membantu stroller tetap stabil sekaligus mengurangi guncangan yang dirasakan anak.
Soal ukuran, kemampuan melipat dengan cepat, bahkan dengan satu tangan, sangat membantu ketika orang tua sedang menggendong bayi atau berada di ruang publik yang sempit.
| Baca Juga: Lima Tahun Jadi Survivor Kanker, Feby Febiola: Kesehatan Itu Mahal
Namun, ukuran setelah dilipat tetap harus diperhatikan sejak awal. “Jangan sampai stroller mudah dilipat, tetapi ternyata terlalu besar untuk bagasi mobil yang digunakan sehari-hari,” tutur Melissa.
Pertimbangan berikutnya adalah usia anak. Bayi baru lahir membutuhkan dukungan kepala dan punggung serta posisi rebah yang sesuai, sedangkan anak yang lebih besar memerlukan posisi duduk dan ruang gerak yang berbeda.
Orang tua sebaiknya tidak berhenti pada keterangan “bisa digunakan sejak newborn”, tetapi memeriksa batas usia, berat badan, dan petunjuk penggunaan dari produsen. Stroller yang bisa dipakai dari bayi hingga toddler memang lebih tahan lama, tetapi lama pemakaian harus mengikuti batas keamanan dan tumbuh kembang anak, bukan semata pertimbangan ekonomis.
Di atas semua itu, keamanan harus datang lebih dulu daripada model. Jessaya Hariadi, Merchandising, mengatakan kekokohan menjadi perhatian utama orang tua.
| Baca Juga: Galeri Rasa Luncurkan Buku Peracik Rasa, Hadirkan 80 Resep dari 8 Juru Masak
“Orang tua ingin memastikan stroller kokoh dan anak merasa aman ketika berada di dalamnya. Setelah itu, barulah mereka melihat aspek lain seperti kenyamanan dan desain,” kata Jessaya.
Sebelum membeli, orang tua sebaiknya memeriksa langsung harness, mekanisme penguncian, rem, pegangan, dan kestabilan rangka, sekaligus memastikan mekanismenya mudah digunakan saat harus melipat atau membuka stroller dengan cepat.
Kenyamanan orangtua atau pengasuh juga tidak boleh dilupakan. Tinggi pegangan perlu disesuaikan dengan postur orang yang paling sering mendorong, dan ruang melangkah harus cukup agar kaki tidak membentur bagian belakang stroller.
Keluarga yang sering naik tangga perlu memperhatikan bobot, sedangkan pengguna mobil perlu memperhitungkan ukuran saat dilipat. Selain itu, kompartemen penyimpanan di bagian bawah dan bahan yang memiliki sirkulasi udara baik akan terasa manfaatnya, terutama di wilayah beriklim panas.
| Baca Juga: Sudah Diet dan Olahraga tapi Berat Badan Tak Turun? Ini Penjelasan Dokter
Pada akhirnya, tidak ada satu stroller yang paling tepat untuk semua keluarga. Kebutuhan orangtua yang gemar berolahraga berbeda dari mereka yang lebih sering ke mal atau naik transportasi umum, dan keluarga dengan anak kembar atau anak berkebutuhan khusus punya pertimbangan tersendiri.
Bagi pengguna mobil, kompatibilitas dengan car seat perlu diperiksa secara spesifik. Harga mahal pun tidak otomatis berarti paling sesuai, sehingga yang terpenting adalah menentukan kebutuhan utama dan fitur yang benar-benar akan dipakai.
Stroller yang ideal bukan selalu yang paling ringan, paling mahal, atau paling lengkap fiturnya, melainkan yang aman, stabil, nyaman bagi anak dan orang tua, serta sesuai dengan lingkungan aktivitas keluarga.
Ketika pilihannya tepat, perjalanan bersama anak tidak hanya menjadi lebih praktis, tetapi juga memberi orang tua rasa tenang saat membawa anak menjelajah dunia di sekitarnya. (*)







