Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Satu komentar tentang transgender dalam vlog perjalanan di Bangkok membuat YouTuber Edward Halim menuai kritik dari warganet Indonesia hingga Thailand.

Ia kemudian meminta maaf kepada komunitas LGBTQ+, masyarakat Thailand, dan penjual yang terekam dalam videonya, sekaligus menghapus bagian yang dipermasalahkan.

Kontroversi tersebut bermula dari vlog bertajuk 'tantangan menghabiskan 24 jam di Bangkok' yang diunggah Edward pada Minggu (4/10/2026).

Saat mengunjungi sebuah toko pakaian, ia melontarkan komentar tentang identitas gender penjual yang dianggap merendahkan dan memperkuat stereotip terhadap transgender.

| Baca Juga: Aufar Hutapea Menikah Lagi, Olla Ramlan Datang Gandeng Tristan Molina

Komentar Edward yang Memicu Kritik

Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, Edward berkata, "Kalau kalian ke Thailand hati-hati juga ya, kadang cowok bisa jadi cewek, cewek bisa jadi cowok."

Ia kemudian memilih pakaian dan menanyakan apakah barang tersebut bisa dicoba.

Setelah mengetahui pakaian itu tidak dapat dicoba, Edward mengatakan dirinya sebenarnya tidak ingin membeli, tetapi akhirnya tetap membelinya karena merasa tidak enak dan kasihan kepada penjual.

Sejumlah warganet menilai komentar tersebut tidak pantas karena menjadikan identitas gender seseorang sebagai bahan candaan.

"Bagaimana seseorang bisa bersikap tidak hormat kepada perempuan transgender, terlebih saat berada di Bangkok??" tulis Akun X @blessinhwall pada Rabu (7/10/2026).

| Baca Juga: Selebgram Sashfir Alami Pelecehan, Direkam Diam-diam di Toilet Restoran

Kritik lain juga menyoroti tindakan merekam penjual tanpa persetujuannya.

Seorang pengguna X berbahasa Thailand meminta Edward kembali ke Thailand untuk meminta maaf secara langsung kepada penjual dan menunjukkan penyesalannya melalui tindakan, bukan hanya pernyataan tertulis.

Edward Halim Minta Maaf di X dan Instagram

Permintaan Maa Edward Halim. Foto: X/@edwardhalimm

Edward menyampaikan permintaan maaf melalui akun X @edwardhalimm dan Instagram pribadinya pada Kamis (8/10/2026).

Ia mengakui ucapannya membawa konotasi negatif, memperkuat stereotip, serta tidak sensitif terhadap orang lain.

| Baca Juga: Bawa Stroller di Surabaya Marathon 2026, Olivia Tommy Klaim Sudah Kantongi Izin Panitia

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa komentar saya yang membawa konotasi negatif dan membuat stereotip tersebut merupakan perilaku yang tidak sensitif, tidak pantas, dan melukai perasaan banyak orang," tulisnya dalam pernyataan tersebut.

Edward juga menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas ucapannya. Ia menghapus sebagian video untuk menghormati privasi penjual dan berjanji lebih berhati-hati dalam membuat konten.

Saat membalas kritik @blessinhwall di X pada Kamis (8/10/2026), Edward menulis, "Gw sadar candaan itu ga pantas dan menyinggung orang lain. Sama sekali bukan niat untuk merendahkan siapa pun."

Mengenal Edward Halim, Kreator Konten Traveling

Edward dikenal lewat vlog yang membagikan pengalaman hidup di luar negeri, terutama Amerika Serikat, serta perjalanannya ke berbagai negara.

| Baca Juga: Heboh Diduga WNI Beri Makan Plastik ke Rusa di Nara Park Jepang, Begini Klarifikasinya

Ia kerap mengulas tempat makan, biaya hidup, pengalaman berbelanja, hingga cara menemukan makanan dengan harga lebih murah.

Gaya kontennya cenderung personal dan terbuka, termasuk saat membahas pengalaman yang tidak selalu berjalan mulus.

Ia juga sering berinteraksi dengan penonton, misalnya dengan membagikan pengalaman menghadapi penipuan atau mengajak mereka mengenali situasi yang berpotensi merugikan saat bepergian.

Di luar YouTube, Edward memiliki latar pendidikan Informatics dari University of Washington dan Data Analytics dari McDaniel College.

Ia juga pernah bekerja di Starbucks dan agensi kreator global Whalar sebelum mengembangkan karier sebagai kreator konten. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: