Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Memaknai usia 43 tahun tanpa pesta mewah, Luna Maya memilih menggalang donasi bagi satwa yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Bersama 30 artis, ia menggelar acara bermain air “Main Bareng Luna” di Bogor Aquagame, Kota Bogor, Kamis (8/10/2026).

Bagi Luna Maya, memaknai usia 43 tahun tidak harus dengan pesta mewah yang menghabiskan biaya besar. Yang lebih penting baginya adalah mengungkapkan rasa syukur atas setiap proses yang telah dilalui.

“Di usia sekarang, bagaimana memaknai setiap waktu itu dengan hidup sehat. Yang penting kita bisa bersyukur karena banyak yang keadaannya tidak lebih baik dari kita,” ucap Luna Maya di sela-sela acara “Main Bareng Luna” di Bogor Aquagame, Kota Bogor, Kamis (8/10/2026).

Selain bermain air bersama 30 artis, kegiatan tersebut menjadi cara Luna menggalang donasi untuk penanganan satwa terdampak kebakaran hutan di Kalimantan. Penggalangan donasi ini berkaitan dengan perayaan ulang tahunnya pada Agustus lalu.

| Baca Juga: Berdamai dengan Penuaan, Luna Maya Tanggapi Santai Cibiran Netizen Soal Wajahnya

Kebakaran hutan di Kalimantan berdampak sangat buruk, baik bagi kesehatan manusia maupun lingkungan hidup satwa. Karena itu, Luna merasa terpanggil untuk menyuarakan keprihatinannya terhadap bencana lingkungan tersebut.

“Saya pikir kebakaran hutan Kalimantan sudah selesai, ternyata belum. Kerusakannya sangat parah, apalagi untuk satwa. Saya ingin memberikan sesuatu kepada mereka yang membutuhkan, banyak sekali warga yang terdampak,” kata Luna.

Kekhawatiran Luna bertambah karena krisis kualitas udara akibat kabut asap masih melanda Kalimantan.

“Ternyata hari ini aku nonton berita, masih terus berlanjut, dan kalau kita lihat indeks kualitas udaranya sampai seribuan gitu. Untuk teman-teman, untuk satwa-satwa yang terdampak, yang tidak punya opsi dan tidak bisa bicara, ya kita harus bisa membantu dan mewakili mereka,” ujarnya.

| Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Gelar Melaspas di Rumah Baru Bali

Bersama Marianne Rumantir dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Luna sepakat memanfaatkan acara ini untuk menggalang donasi uang selama satu bulan penuh sepanjang Oktober 2026. Donasi dikumpulkan melalui yayasan miliknya, Yayasan Luna Maya Nawasena, yang bekerja sama dengan YIARI, lalu disalurkan melalui mitra yayasan resmi.

Luna menegaskan, dana yang terkumpul akan diprioritaskan untuk pemulihan habitat, logistik tim pemadam kebakaran, serta perawatan medis bagi satwa terdampak.

“Banyak keluarga relawan dan pemadam yang harus dibantu. Sedih banget, tapi mungkin ini sebagian yang bisa kita bantu,” beber Luna.

Penggalangan dana ini terbuka bagi masyarakat umum. Laporan penyaluran donasi juga dijanjikan akan diunggah secara berkala melalui media sosial.

| Baca Juga: Syahrini Ungkap Syarat Tampil Kembali di YouTube: Harus Lolos 'Audisi' dan Izin Reino Barack

Marianne mengajak masyarakat berkontribusi lewat nominal kecil yang terjangkau. “Mungkin kalau bisa beli kopi sehari, bisa di-skip sekali, bisa buat sumbang ini. (Donasi) untuk rehabilitasi alam langsung, karena lebih membantu buat satwanya. Satwa sama banyak pemadam yang sekarang masih butuh bantuan untuk makanan, buat obat-obatan,” kata Marianne.

Luna menambahkan, target mereka bukan nominal besar dari segelintir orang, melainkan partisipasi banyak pihak.

“Siapa pun yang mau menyumbang, please do. Mau cuma Rp5.000, Rp10.000, atau Rp1.000. Kita nggak minta banyak-banyak, tapi banyak orang. Mudah-mudahan dengan langkah sekecil ini bisa sedikit membantu,” ujarnya.

Luna mengaku tak bisa tinggal diam melihat kerusakan lingkungan yang kian parah dan banyaknya satwa langka yang mati.

| Baca Juga: Karhutla Kalimantan Jadi Perhatian Dunia, Leonardo DiCaprio Soroti Nasib Orangutan

“Kita peduli dengan semuanya, bahkan masyarakat di sana juga harus hidup dengan kualitas udara yang menurut aku sangat tidak layak. Kita ingin melakukan suatu gerakan. Kita nggak bisa diam,” ucapnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada semua orang yang mau membantu menyelamatkan lingkungan. Luna optimistis satwa terdampak bisa terselamatkan, meski perjuangan itu tidak mudah.

“Kalau kita hanya mendukung, mungkin dampaknya terbatas. Tapi kalau dilakukan serempak dan kita bisa memultiplikasi gerakan ini, saya rasa bisa membantu lebih banyak,” harapnya.

Luna berharap penggalangan donasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. “Ya mudah-mudahan. Siapa tahu satu juta orang memberi seribu saja, dikalikan satu juta kan sudah lumayan,” tutupnya.

Sebelumnya, Luna Maya telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan lewat kegiatan sosial di Aceh dan pembangunan TK Sinar Watugong di Kabupaten Sikka, Flores. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: