Ruben Onsu Rilis CCTV Asisten Sarwendah Ambil Amplop Uang, Singgung soal Cara Menjatuhkan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Ruben Onsu merilis rekaman CCTV yang memperlihatkan asisten Sarwendah, Manda, diduga mengambil amplop berisi uang dan memberikannya kepada beberapa orang.
Rekaman tersebut diunggah oleh Ruben ke akun Instagram pribadinya pada Jumat (9/10/2026). Video menampilkan empat orang tengah berkumpul di sebuah ruangan.
Seorang wanita yang wajahnya ditutup masker, yang disebut adalah Manda, berdiri mengambil amlop, lalu memberikannya kepada seorang wanita yang duduk di dekatnya.
Ruben menduga amplop tersebut berisi uang sekitar Rp30-35 juta. Namun, ia tidak memberikan penjelasan detail mengenai maksud di balik amplop itu.
| Baca Juga: Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Anak Takut Bertemu Ayah, Pihak Sarwendah Siap Buka Bukti
"Hayo manda ambil apa itu? Ada Siapa aja ya di situ? Lalu diberikan ke siapa? Kalau diterawang itu nilainya 30 juta? Atau 35 juta? Niat bener," tulisnya di keterangan unggahannya.
Pria berusia 43 tahun itu kemudian menyinggung soal cara merendahkan dan menjatuhkan sosok ayah dengan tangan orang lain.
"Ke mana-mana selalu bilang mau damai, tapi lu rendahkan terus dengan tangan orang untuk menjatuhkan! Sebelum saya seperti ini saat ini, saya hanya diam, tapi konten-konten kalian, celetukan kalian yang mengarah ke saya sangatlah sadis tanpa berpikir panjang," ungkapnya.
Ruben Onsu juga membahas tentang sidang hak asuk dan eksploitas anak. Ia menyebut pihak mantan istrinya menjadikan anak-anaknya sebagai senjata untuk percintaan yang berbalut jualan.
| Baca Juga: Komentar soal Transgender Tuai Kritik, YouTuber Edward Halim Buka Suara
Ayah tiga anak itu mengaku sadar bahwa dirinya memiliki banyak salah, tetapi tindakan sengaja menjauhkan anak dari ayah disebut sebagai sebuah kejahatan.
"Jangan lupa bercermin kesalahan yang banyak kalian buat sudah membuat anak menjauh karena ucapan kalian di telinga mereka tentang saya, itu adalah kejahatan," bebernya.
1 2







