Film ‘Ghosting’ Hadirkan Misteri Kematian dengan Komedi Horor, Produser Puji Yasamin Jasem Jadi Hantu Cerewet
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Kematian biasanya menjadi akhir dari sebuah perjalanan, tetapi tidak bagi Maya dalam film 'Ghosting'. Film terbaru produksi Imperial Pictures ini menghadirkan kisah unik tentang arwah seorang influencer yang masih memiliki urusan di dunia dan meminta bantuan seorang perias jenazah.
Pertemuan antara manusia yang memiliki kemampuan melihat arwah dengan sosok perempuan yang belum menerima kematiannya menjadi inti cerita film ‘Ghosting’.
Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya mengungkapkan alasannya tertarik mengembangkan film tersebut. Ia melihat potensi besar dalam peleburan dua genre yang kontras: ketegangan mistis yang berpadu apik dengan humor segar.
“Waktu saya lihat ‘Ghosting’, itu sangat menarik dari arwahnya, dari ceritanya sangat mampu membawa lucu. Jadi, kita dengan tim kreatif dan produser yang lain ikut mengembangkan film ini,” kata Peter saat ditemui dalam rangkaian gala premiere di Senayan City XXI, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).
Puas dengan Akting Yasamin Jasem yang Rela 'Keluar Zona Nyaman'
Keterlibatan Peter dalam proyek ini terbilang menyeluruh, mulai dari pendanaan, perumusan cerita, hingga penetapan jajaran sutradara dan aktor. Hasilnya pun tak mengecewakan, terutama penampilan Yasamin Jasem yang didapuk memerankan sang arwah gentayangan, Maya.
“Biasanya Yasamin enggak terlalu cerewet, ya. Dia orangnya biasa lebih pendiam. Tapi kalau di situ, dengan cara omongannya, cerewetnya luar biasa. Ada beberapa adegan yang saya ingat, saat dia sebagai arwah masuk ke badan Baskara. Menurut saya, itu cukup lucu,” puji Peter.
Di sisi lain, Yasamin Jasem mengakui bahwa karakter Maya memaksanya keluar dari zona nyaman. Ia dituntut melontarkan dialog bertempo cepat dan sarat kosakata gaul, hal yang sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya yang cenderung introvert.
“Kosakata aku dikit banget pokoknya. Jadi kalau sama cast lain, merekalah yang memeriahkan set, ketawa-ketawa. Dan ini ngebantu juga karena Maya ini kan banyak banget yang komedinya situasional," jelas Yasamin.
"Jadi, dari jokes yang dilontarkan Maya atau setidaknya dialog yang kata-katanya dikeluarin sama Maya juga dibantu sama kakak-kakak di sini sih waktu kita lagi reading,” beber Yasamin.
Energi Terkuras Habis, 'Tepar' Sampai Tidur 15 Jam
Bagi Yasamin, memainkan karakter Maya membutuhkan energi ekstra. Rasa lelah yang ia rasakan bukan semata-mata karena harus berbicara dengan nada tinggi atau suara keras.
Melainkan padatnya volume kosakata yang harus ia ucapkan dalam satu adegan, jauh melampaui kebiasaan komunikasinya sehari-hari.
Akibatnya, begitu jadwal syuting rampung, Yasamin langsung kehabisan tenaga. Upaya memulihkan stamina pun ia lakukan dengan tidur hingga belasan jam setibanya di rumah.
1 2







