Pemerintah China Rilis Dokumenter Penculikan Wang Xing: Dari Tawaran Casting hingga Dijual 3 Kali di Myanmar
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Pemerintah China baru-baru ini merilis serial dokumenter yang mengungkap penculikan aktor Wang Xing oleh jaringan perdagangan manusia di Myanmar.
Dilansir dari CNA pada Jumat (9/10/2026), serial bertajuk ‘The Demise of Telecom Fraud in Northern Myanmar’ itu terdiri dari tiga episode dan masing-masing ditayangkan oleh stasiun pemerintah, CCTV, mulai Senin hingga Rabu, 5-7 Oktober 2026.
Menariknya, dokumenter tersebut diproduksi langsung oleh Kementerian Kemanan Publik China bersama China Media Group. Harapannya, serial tersebut mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap jaringan perdagangan manusia.
| Baca Juga: Catat Penampilan ke-10, Liu Wen Resmi Kembali ke Victoria’s Secret Fashion Show
Wang Xing Dijual 3 Kali
Dokumenter tersebut mengulas upaya Pemerintah Beijing dalam membongkar jaringan penipuan sekaligus membongkar kronologi serta mengungkap detail terbaru mengenai penculikan Wang yang belum pernah diungkap sebelumnya.
Penculikan bermula ketika aktor ‘Ip Man 3’ itu mendapat tawaran casting di Thailand pada 2024. Ia pun terbang ke sana pada 2025, kemudian diculik dan dibawa ke Myawaddy, sebuah kota perbatasan di Myanmar.
Kekasih Wang adalah yang pertama kali menyadari penculikan tersebut setelah menerima pesan kode darurat berbunyi "Sudah kasih makan kucing?".
Setelah mendapat laporan hilangnya Wang Xing, Kementerian Keamanan Publik China pun menghubungi otoritas Thailand dan Myanmar untuk melacak keberadaan sang aktor.
| Baca Juga: Gegara Unggahan Instagram, Suga BTS Dirumorkan Pacaran dengan Aktris Go Ara
Menurut dokumenter tersebut, tim gabungan berhasil menemukannya dan mendapati fakta mengerikan: Wang ternyata telah dijual tiga kali dalam empat hari.
Aktor berusia 32 tahun itu sempat melakukan negosiasi dengan penculiknya agar ia dibebaskan. Namun para pelaku menegaskan bahwa yang mereka butuhkan adalah manusia, bukan uang.
Serial dokumenter tersebut juga memerlihatkan rekaman dari dalam kompleks penipuan, termasuk tempat eksekusi para pekerja apabila mereka gagal memenuhi target.
1 2







