Serupa Tapi Tak Sama: Ini Perbedaan Purging dan Breakout
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Sekilas, purging dan breakout terlihat mirip, apalagi jika kemunculannya bertepatan saat mencoba produk skincare baru.
Keduanya sama-sama ditandai dengan munculnya berbagai macam masalah kulit, seperti jerawat, bruntusan, dan komedo. Padahal keduanya adalah kondisi yang sangat berbeda.
Salah satu perbedaan utamanya adalah penyebab kemunculannya. Purging terjadi karena kulit sedang beradaptasi dengan produk baru, sementara breakout muncul karena kulit tidak cocok dengan bahan tertentu.
| Baca Juga: Terlalu Sering Cuci Muka hingga Tak Pakai Sunscreen, Ini Penyebab Jerawat Semakin Parah
Berikut ini perbedaan purging dan breakout selengkapnya, dilansir VIVIA Media dari berbagai sumber.
Apa Itu Purging?
Purging terjadi karena adanya percepatan proses regenerasi kulit yang dipicu oleh kandungan aktif dalam produk skincare baru, seperti retinol dan AHA/BHA.
Hal tersebut akan membuat komedo serta jerawat kecil yang awalnya masih berada di bawah permukaan kulit keluar lebih cepat.
Jerawat purging umumnya hanya akan muncul di area yang memang sering bermasalah, seperti dahi, dagu, dan pipi.
| Baca Juga: Selain Teuku Ryan, Pemeran 'Agent Kim Reactivated' Ini Juga Mirip Artis Indonesia
Seiring berjalannya waktu, begitu kulit berhasil beradaptasi, purging akan berangsur menghilang. Umumnya butuh waktu sekitar empat sampai enam minggu hingga akhirnya kondisi kulit kembali normal.
Karena itu, biarkan purging muncul hingga kulit beradaptasi dengan produk baru yang digunakan. Tidak perlu panik dan bingung untuk meredakannya, cukup fokuskan pada hidrasi dan perlindungan kulit.
Untungnya, jerawat purging tidak menimbulkan sensasi seperti nyeri, gatal, atau panas.
Apa Itu Breakout?
Di sisi lain, jerawat breakout muncul karena pori-pori tersumbat, iritasi, atau reaksi kulit terhadap kandungan aktif dalam produk skincare.
Bisa dibilang, permasalah kulit tersebut merupakan bentuk perlawanan atau respons kulit saat ia merasa terganggu.
Jerawat breakout bisa muncul di area wajah yang sebelumnya jarang atau tidak pernah bermasalah. Bentuknya pun cenderung lebih merah, meradang, terasa nyeri, bahkan gatal dan perih.
| Baca Juga: Bukan Makeup Natural, Zara Larsson Bikin Riasan Mata Penuh Glitter Kembali Dilirik
Masalah kulit satu itu akan semakin parah apabila produk pemicu digunakan secara terus menerus. Setelah berhenti memakainya pun, jerawat tidak akan serta-merta menghilang, butuh waktu beberapa minggu hingga akhirnya kulit benar-benar pulih.
Maka dari itu, selain segera menghentikan produk pemicu, atasi jerawat dengan fokus pada menenangkan kulit. Gunakan kembali skincare yang biasa dipakai dan hindari menggunakan produk baru lagi.
Itulah perbedaan purging dan breakout yang perlu diketahui. Apabila jerawat semakin parah dan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)







