Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Di balik paduan ketegangan horor dan gelak tawa dalam film Ghosthing, para pemeran harus melewati proses produksi yang penuh tantangan fisik. Tanta Ginting membagikan kisah saat harus bertransformasi dengan karakternya, Arif, yang kemudian meninggal dan arwahnya gentayangan.

Pada proses awal syuting, tim penata rias menggunakan lumut asli yang ditempelkan ke wajahnya.

"Lumutnya itu di awal-awal dikasihnya lumut beneran dan aromanya bau," ujar Tanta Ginting saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

Kondisi tersebut membuatnya melayangkan protes kepada kru make up artist karena bau yang mengganggu. "Terus gua komplain, 'Kan film ya, enggak harus lumut beneran dong,' gua bilang gitu. Karena pas awal-awal tuh beneran lumut. Bersih sih cuman tetap aja bau lumut gitu lho," kenang Tanta.

| Baca Juga: Jadi Perias Mayat, Baskara Mahendra Malah Digoda Yasamin Jasem di Film 'Ghosthing'

"Akhirnya di hari ke beberapa, anak-anak art-nya bikinlah dari rumput-rumputan bohongan dibasahin gitu. Tapi awal-awal, lumut beneran," lanjut Tanta.

Siksaan riasan juga dialami oleh Chika Waode yang memerankan Suster Wanda. Demi menampilkan efek gigi yang rusak, kuning, dan gelap, Chika harus mengoleskan cairan kimia khusus yang memiliki rasa tidak nyaman di mulut.

"Gigi aku tuh dibuat agak kuning dan gelap diolesin cairan khusus. Cairannya juga agak 'ugh' gitu ya rasanya. Harusnya kopi aja kan, cuma enggak cukup. Jadi itulah perjuangan-perjuangan kita dan semoga perjuangan itu bisa tertransfer di filmnya, ceritanya, dan jadi seru buat penontonnya. Amin," tutur Chika.

Stuntman Alami Kram, Tanta Ginting Lakukan Adegan Sendiri

Tantangan fisik paling berat dihadapi Tanta Ginting saat melakoni adegan kilas balik (flashback) kematian karakternya yang tewas tenggelam. Pengambilan gambar dilakukan di sebuah sungai berarus dalam di kawasan Bogor, Jawa Barat.

| Baca Juga: Leony Vitria Coba Genre Baru di 'Ghosthing', Sempat Ragu Main Film Horor Komedi

Awalnya, tim produksi menyiapkan pemeran pengganti (stuntman) untuk adegan pengambilan gambar jarak jauh (wide shot). Namun, rencana tersebut berantakan lantaran pemeran pengganti mengalami masalah fisik seketika.

"Ternyata stuntman aku tuh keahliannya lebih ke fighting, jadi dia enggak biasa di air, apalagi sungainya dalam. Tiba tiba kakinya kram jadinya engga bisa lanjut," cerita Tanta Ginting.

Akhirnya demi kelancaran syuting, maka adegan yang seharuanya dilakukan oleh stuntman dilakukan sendiri oleh Tanta Ginting.

"Makanya akhirnya aku lagi yang kerja. Padahal lagi enak-enak istirahat, turun lagi ke sungai, tenggelam-tenggelaman lagi," beber Tanta.

| Baca Juga: Malang World Cinema digelar November, Film Peraih Penghargaan Dunia Hadir di Indonesia

Tanta menegaskan bahwa adegan pura-pura tenggelam ini adalah yang paling menguras tenaga sepanjang syuting. Ia harus menyelam berulang kali di sungai dalam tanpa jeda untuk menarik napas yang cukup.

"Sebenarnya dari semua adegan di film, yang paling susah itu buat aku ya adegan pura-pura tenggelam itu. Karena sungainya dalam, enggak cetek. Jadi berapa kali nyelem terus nongol lagi, nyelem nongol lagi. Dan kita enggak bisa narik napas karena harus sambil teriak, 'Tolong, tolong, tolong!' gitu," jelasnya.

Pasrah Saat Pingsan

Kejadian tak terduga turut dialami Amel Carla. Dalam salah satu adegan di mana karakternya digambarkan sedang tidak sadarkan diri, ia harus menerima semburan air dari lawan mainnya, Baskara Mahendra. Adegan tersebut bahkan harus diulang hingga tiga kali pengambilan gambar (take).

"Aku kalau enggak salah tiga kali ya buat adegan itu. Jadi ada shot wide, dan posisi aku nganga lagi pingsan kan. Terus dibilang, 'Eh gua sembur ya, pyuh!' gitu. Tiga kali karena harus ngeringin baju kan. Dan tiga-tiga kalinya ya disembur beneran sama Baskara. Pasrah deh," ungkap Amel.


Meskipun semburan tersebut sebenarnya tidak terlalu terlihat pada sudut pengambilan gambar yang jauh, Amel tetap profesional menjalani adegan itu.

"Masalahnya konsepnya enggak harus disembur pas shot jauh kan, enggak kelihatan sebenarnya. Cuma ya udahlah, good experience aja sih, kapan lagi kan disembur, Baskara," candanya.

Film Ghosthing menggabungkan formula horor, misteri, serta komedi. Selain Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Tanta Ginting, Chika Waode, dan Amel Carla, film ini turut diperkuat oleh jajaran aktor lintas generasi seperti Leony VH, Ozie Zie, Reinold Lawalata, Iyang Darmawan, Siti Fauziah, Bang Tigor, Mathias Muchus, Mona Ratuliu, hingga Indian Akbar.

Proyek layar lebar ini disutradarai oleh Arie Aziz dengan naskah skenario yang ditulis oleh Evelyn Afnilia. Di balik meja produksi, Hartawan Triguna bertindak sebagai produser didampingi Rizky A. Prakoso selaku associate producer. Diproduksi oleh Imperial Pictures, film Ghosthing dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: