Totalitas Arthada Debut di Film 'Naik Level', Rela Kulit Digelapkan Hingga Alis Dibentuk Beda
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Konten kreator Daffa Artha Augusty Sihombing atau Arthada menjalani debut film layar lebar berjudul 'Naik Level, Modal Tampang Tapi Numpang'. Selebgram yang populer berkat konten ekspresif dan teatrikal di akun TikTok @arthaadaa ini sebelumnya sempat mencuri perhatian lewat debut aktingnya sebagai Merri dalam serial web Sugar Baby (2025) bersama Adipati Dolken dan Davina Karamoy.
Meski awalnya merasa akting bukan bidang utamanya, kehadiran lingkungan kerja yang menyenangkan dan genre komedi membuat Arthada mantap mengambil kesempatan ini.
"Jujur aku melihat orang-orangnya sih, sama komedinya. Karena sebenarnya buat aku akting itu susah banget. Tapi karena orang-orangnya gaul, enjoy, terus komedi, jadi aku ngerasa santai aja," ujar Arthada saat ditemui awak media di MPV Tower di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Perankan Sosok Eli yang Centil dan 'Alay'
Arthada mengaku sempat ragu untuk kembali memerankan karakter orang lain. Namun, karakter Eli yang ditawarkan kepadanya dinilai terlalu menarik untuk dilewatkan.
| Baca Juga: Fakta Unik Davina Karamoy: Ibunya Ngidam Kursus Rias, Kini Ia Jadi Hairstylist di Film 'Naik Level'
"Aku sebenarnya passion-nya bukan akting, karena aku ngerasa kayak, 'Aduh, disuruh jadi orang lain lagi,' takutnya enggak bisa. Tapi pas dikasih tahu ini komedi, terus pas tahu karakter yang aku dapat yaitu si Eli ini, aku langsung merasa kalau enggak diambil nyesel nih nanti," ungkapnya.
Wanita 22 tahun ini menggambarkan sosok Eli memiliki kemiripan dengan kepribadian aslinya, namun dalam versi yang jauh lebih berlebihan.
"Soalnya karakternya sebenarnya masih ada akunya, tapi versi lebih centil, lebih alay gitu. Pokoknya kalau misal dulu gue enggak main sama orang yang benar, nanti jadinya kayak gini. Ketipu sama cowok-cowoknya kayak gitu. Jadi ada lucunya," tambah Arthada.
Masuk ke industri film profesional memberikan tekanan tersendiri bagi Arthada. Ia dituntut mampu mengolah emosi secara instan di depan kamera, sesuatu yang sempat membuatnya merasa canggung.
| Baca Juga: Bukan Season 5, Netflix Umumkan Prekuel ‘Bridgerton’ Tentang Kisah Muda Violet dan Edmund
"Banyak tantangannya. Soalnya kalau akting kan misalnya disuruh nangis, terus kayak 'Nangis ngapain sih, geli banget.' Tapi karena melihat aktor lain disuruh nangis bisa langsung nangis, disuruh marah langsung marah, aku ngerasa kalau enggak bisa, berarti gue malu-maluin," ungkap Arthada.
"Jadi aku ngikutin orang-orang yang percaya diri, aku jadi ikut percaya diri. Kalau tantangan, itu tantangan banget," imbuhnya.
Rombak Penampilan Fisik dan Gelapkan Warna Kulit
Totalitas Arthada dalam proyek debut layar lebar garapan MVP Pictures ini juga terlihat dari transformasi fisiknya. Ia diminta mengubah tampilan secara signifikan dari ujung rambut hingga warna kulit.
"Persiapannya yang diminta aja sih. Yang diminta sama tim MVP ini aku siapin. Kayak kulit aku kan sebenarnya sudah sawo matang begini, tapi aku diminta untuk lebih gelap lagi. Kulit, rambut, alis, semuanya nanti beda banget," jelasnya.
| Baca Juga: Ada Parodi Politik di 'Bapak Paling Jujur', Fajar Nugros Bawa Isu Kejujuran ke Layar Lebar
Menghadapi nama-nama besar seperti Marcel Darwin hingga Davina Karamoy sempat memicu rasa sungkan dalam diri Arthada di awal masa produksi. Beruntung, suasana kerja yang cair memudahkannya beradaptasi.
"Sungkan sih. Ya kalau pertama ketemu pasti sungkan. Tapi balik lagi, karena ini komedi, jadinya semuanya sudah enjoy dari awal," aku Arthada.
Potret Kontras Dua Kelas Sosial Dunia Salon
Sementara itu, sutradara Ginanti Rona membeberkan visi utama di balik film Naik Level. Pihaknya sengaja menggandeng talenta dari beragam latar belakang demi menghadirkan warna yang segar dan meyakinkan penonton.
"Di film ini kita memang pengin kerja sama dengan berbagai talenta yang punya background beda-beda supaya kita bisa menghadirkan film dengan karakter-karakter yang menarik dan punya kekuatannya masing-masing ketika mengerjakan film," jelas Ginanti Rona.
| Baca Juga: Malang World Cinema digelar November, Film Peraih Penghargaan Dunia Hadir di Indonesia
Ginanti menegaskan bahwa kekuatan drama di film ini bertumpu pada premis gesekan kelas sosial yang digambarkan melalui ekosistem salon.
"Di part-nya drama, kita punya aktor-aktor yang kapabel menyesuaikan karakter yang terasa sangat believable sebagai orang-orang yang bekerja di salon kelas bawah dan kelas atas. Yang menarik, kita mengambil sudut pandang kelas sosial berbeda itu dari salon kelas bawah dengan salon kelas atas, Salon The Glaze," paparnya.
Ia juga menambahkan pentingnya percampuran antara pemeran drama dan komika untuk memperkuat dinamika cerita di layar. Proses syuting akan dimulai 12 Oktober mendatang selama kurang lebih dua pekan.
"Yang menarik di sini, kami ingin mengajak kerja sama para aktor dan komika untuk bisa saling mengisi dan menghidupkan karakternya dengan warna masing-masing. Sehingga membangun dunianya menjadi sangat berwarna," tutupnya. (*)







