Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Guna menyuguhkan penampilan yang autentik dan meyakinkan di depan kamera, Asmara bersama pemain lain, sutradara dan asisten sutradara (astrada) turun langsung ke lapangan untuk melakukan riset mendalam terkait kehidupan hingga gerak-gerik para LC di tempat kerja mereka.

"Jadi saya, sutradara, dan astrada riset gerak-gerik sebagai LC itu seperti apa. Karena beneran waktu itu kita nonton, kita melihat, 'Oh, seperti ini.' Niatnya studi ya, jadi tidak ada apa-apa," tutur Asmara sembari tertawa.

Dalam sesi observasi tersebut, Asmara berinteraksi langsung secara akrab dengan beberapa pekerja LC guna membedah gestur hingga pola komunikasi mereka secara nyata.


"Waktu riset? Empat apa lima orang kita ajak ngobrol, sambil makan kacang. Jadi ya sebagai aktor, tantangan tentunya harus bisa menjadi LC real dan believable,"ujarnya.

Respek Pada Perempuan Pekerja Malam

Saat mendengar curhatan para LC tersebut, Asmara menaruh rasa hormat dan empati yang tinggi terhadap realitas profesi tersebut.

"Menurut aku perempuan dengan pekerjaan apapun, menjadi LC atau apapun pekerjaan yang ada hubungannya dengan dunia malam, antara mereka terpaksa atau pilihan mereka pribadi, itu pekerjaan yang sulit," kata Asmara.

Ia menekankan pentingnya melihat profesi tersebut dari kacamata kemanusiaan dan perjuangan ekonomi seorang perempuan.

| Baca Juga: Malang World Cinema digelar November, Film Peraih Penghargaan Dunia Hadir di Indonesia

"Pekerjaan yang sangat challenging menurut aku.Kita sebagai manusia saling menghargai aja satu sama lain. Sebagai aktor, tantangan tentunya menjadi LC real dan believable," tutupnya.

Film garapan rumah produksi Bushi Bros Films dan Endorphins Entertainment ini dibintangi Asmara Abigail, Dwi Sasono, Ully Triani, Sara Zany, dan Ruth Marini.

1 2 3

Tags: