Film 'Empat Musim Pertiwi' Bersaing untuk Oscar 2027, Kamila Andini Buktikan Cerita Perempuan Indonesia Layak Dapat Panggung Dunia
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Sutradara sekaligus penulis Kamila Andini kembali membawa karyanya ke panggung internasional. Film terbarunya, Empat Musim Pertiwi, produksi Forka Films, kini tengah bersaing untuk masuk dalam seleksi kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.
Langkah ini menunjukkan bahwa kisah yang berangkat dari pengalaman lokal dapat memiliki relevansi universal.
Film ini mengikuti Pertiwi (diperankan Putri Marino), perempuan yang pulang ke kampung halamannya setelah dua dekade dan harus berhadapan kembali dengan luka, penolakan, serta masa lalu yang membentuk hidupnya.
Lewat tokoh tersebut, Kamila menggambarkan bahwa pemulihan bukan proses semalam, dan ketangguhan perempuan tidak berarti tak pernah terluka. Cerita ini juga mengajak penonton memaknai ulang arti rumah dan keluarga, yang tidak semata soal tempat asal atau hubungan darah, tetapi juga rasa aman, penerimaan, dan kesempatan menjadi diri sendiri.
| Baca Juga: Film 'Empat Musim Pertiwi' Bidik Oscar 2027, Kamila Andini Minta Dukungan Pecinta Film Lokal
Sebelum menyapa penonton Indonesia, film ini lebih dulu menempuh perjalanan panjang di berbagai festival dunia. Pada 2026, Kamila terpilih mengikuti program Women in Cinema Spotlight yang diselenggarakan Red Sea Film Foundation di Cannes Film Festival.
Film ini kemudian tampil di Toronto International Film Festival lewat program Centrepiece, hadir di Busan International Film Festival dalam program A Window on Asian Cinema, dan terpilih dalam CROSSCUT ASIA+ di Tokyo International Film Festival.
Selain itu, Empat Musim Pertiwi meraih nominasi Best Cinematography di Asia Pacific Screen Awards 2026 untuk sinematografer Batara Goempar.
Di berbagai negara tersebut, Kamila menyaksikan sendiri bagaimana perbedaan bahasa dan budaya tidak menghalangi penonton memahami pergulatan sang tokoh utama.
| Baca Juga: Putri Marino Menangis Usai Lihat Trailer 'Empat Musim Pertiwi', Ini Penyebabnya
“Setiap kali film ini diputar di negara lain, saya melihat penonton mengenali dirinya dalam Pertiwi. Itu mengingatkan saya bahwa cerita perempuan Indonesia tidak pernah terlalu kecil untuk panggung mana pun,” ujar Kamila.
Menurutnya, penonton mungkin tidak memiliki pengalaman yang persis sama dengan Pertiwi, tetapi mereka dapat mengenali rasa kehilangan, kerinduan akan penerimaan, atau keinginan berdamai dengan masa lalu. Karena itu, perjalanan film ini juga menegaskan pentingnya ruang bagi sineas perempuan untuk menceritakan pengalaman dan sudut pandang mereka secara utuh.
Kini, setelah melanglang buana, Empat Musim Pertiwi akhirnya hadir untuk penonton Indonesia, tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Terlepas dari hasil persaingan menuju Oscar, film ini menawarkan pesan yang manusiawi bahwa tidak apa-apa jika proses bangkit membutuhkan waktu, sebab setiap orang memiliki musimnya sendiri. (*)







