Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia kini menghadapi desakan pembatalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penyanyi tenor asal Italia yang dikenal lewat musik klasik itu menjadi sorotan karena rekam jejak penampilannya dalam acara yang berkaitan dengan Israel.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah membatalkan konser tersebut.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto dikutip dari MUI Digital pada Sabtu (10/10/2026)

MUI menyoroti keterlibatan Bocelli sebagai penampil dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2010, serta konsernya di Tel Aviv pada 2022.

| Baca Juga: Andrea Bocelli Bicara Persiapan dan Makna Khusus Konser 30 Tahun di Candi Borobudur

Catatan tersebut menjadi dasar penilaian MUI terhadap rencana konser sang penyanyi di Indonesia.

Meski demikian, tampil dalam acara penggalangan dana tidak serta-merta membuktikan bahwa Bocelli menyumbangkan dana pribadi atau mendukung setiap tindakan militer Israel.

Sikap MUI merujuk pada Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.

"Mendukung agresi Israel terhadap Palestina atau pihak yang mendukung Israel baik langsung maupun tidak langsung hukumnya haram," begitu bunyi fatwanya.

| Baca Juga: Lebih dari Sekadar Pertunjukan, Andrea Bocelli Bakal Tampil di Borobudur Rayakan Tiga Dekade

Andrea Bocelli Beri Tanggapan

Menanggapi desakan tersebut, Bocelli menyatakan keikutsertaannya dalam konser Indonesia didasari seni dan kemanusiaan, bukan pesan politik atau dukungan terhadap pihak tertentu.

"Keikutsertaan saya semata-mata dilandasi oleh seni dan rasa kemanusiaan yang kita miliki bersama," kata Bocelli dalam pernyataan tertulis pada Senin (12/10/2026).

Ia juga menegaskan tidak ada rencana penggalangan dana untuk kepentingan politik atau militer, dan pendapatan konser tidak dimaksudkan untuk tujuan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia membatalkan rencana konser penyanyi gospel Israel Houghton bersama grup Israel & New Breed yang dijadwalkan pada 5 Oktober 2026.

| Baca Juga: Film Dokumenter NAZA Bawa Kisah Perang Gaza, Hadir di Bioskop Indonesia

Keputusan itu menjadi pembanding yang mendorong MUI meminta pemerintah mengambil sikap serupa terhadap konser Bocelli.

Namun, hingga Senin (12/10/2026), jadwal konsernya masih tercantum di situs resmi.

Konser Ditargetkan Dongkrak Pariwisata

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya melihat rangkaian dua konser Andrea Bocelli yang bertajuk 'Romanza 30th Anniversary World Tour' sebagai peluang promosi pariwisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa acara internasional memiliki nilai strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah.

| Baca Juga: Riwayat Pendidikan Najma Tsuroyya, Istri Kadam Sidik yang Seperti Bunga Lili

Dalam keterangan Kementerian Pariwisata pada 20 Agustus 2026, dua konser tersebut diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi 44 juta USD atau sekitar Rp792 miliar, dengan target 7.000 penonton di Borobudur dan 9.000 di Jakarta.

Konser dijadwalkan berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, lalu di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 3 November 2026. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: