Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Riset Budaya Lintas Negara dan Gandeng Konsultan Khusus

Imam Darto menegaskan bahwa latar cerita film ini digarap melalui proses riset yang panjang dan terstruktur, bukan sekadar imajinasi fiktif.

Tim produksi menelusuri langsung penerapan tradisi Hungry Ghost Festival di sejumlah daerah pusat kebudayaan Tionghoa di Indonesia, seperti Bangka, Singkawang, dan Medan.


Riset tersebut kemudian dikomparasikan dengan praktik ritual serupa di negara-negara tetangga, mulai dari Singapura, Hong Kong, hingga Malaysia.

Mengingat adanya variasi adat dan perbedaan tata cara di masing-masing wilayah, tim produksi bekerja keras menarik benang merah yang relevan untuk dituangkan ke dalam alur cerita.

Guna menjaga akurasi serta pertanggungjawaban kultural, Imam Darto turut menggandeng konsultan budaya Tionghoa, Calvin, untuk mengawal penggambaran tradisi dan pantangan-pantangan yang diangkat ke layar lebar.

Pesan Moral di Balik Film

Bagi Imam Darto, ritual Hungry Ghost Festival menyimpan filosofi mendalam yang melampaui seremoni mistis. Festival tersebut merupakan momentum spiritual ketika arwah para leluhur dipercaya kembali ke dunia, di mana keluarga yang masih hidup menyajikan persembahan sebagai tanda bakti, penghormatan, dan pengingat.

| Baca Juga: Cerita Benidictus Siregar Perankan Ale, Karakter Utama di 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'

“Jangankan sama yang masih hidup, yang sudah mati saja kita enggak boleh lupa. Apalagi sama leluhur kita, dan terlebih lagi sama orang-orang yang masih hidup,” jelas Imam Darto.

Meskipun dikemas dalam balutan horor dan komedi, sang sutradara mengaku menaruh perhatian besar pada kekuatan drama di dalam film ini.

1 2 3

Tags: