Aci Resti, Fajar Nugra dan Endy Arfian Belajar Toleransi Lewat 'Hungry Ghost Festival'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google“Jadi, aku juga ngelihat teman-teman Muslim yang ikutan ambil. Wah, ternyata ini kayaknya emang harus terus dilestarikan. Jadinya toleransi,” ujarnya.
Endy juga menyoroti nilai berbagi yang hadir dalam perayaan tersebut.
“Ada berbagi juga ya, berbagi ke sesama juga,” tambah Endy.
| Baca Juga: Mawar de Jongh Ngaku Termasuk 'People Pleaser', Sering Susah Bilang Enggak
Tertarik Makna Persembahan
Endy mengaku paling tertarik ketika menyaksikan pembakaran patung dan berbagai benda persembahan. Ia menjelaskan, masyarakat membuat perahu dari kertas yang dipercaya menjadi kendaraan bagi arwah menuju alam setelah kematian.
“Jadi, mereka bikin patung dan membuat perahu kertas untuk dibakar karena mereka percaya itu adalah kendaraan untuk arwah-arwah menuju ke alam sana,” jelas Endy.
Mereka juga melihat koper berisi benda-benda persembahan, seperti emas dan uang kertas, pakaian, celana, hingga mobil Aci kemudian mengaitkan tradisi tersebut dengan unsur komedi dalam film Hungry Ghost Festival, yang juga menampilkan motor sebagai salah satu bentuk persembahan.
Sementara itu, Fajar Nugra menilai keterlibatannya dalam film ini menjadi kesempatan untuk memahami pentingnya menghargai budaya yang belum tentu dikenal oleh semua orang.
Ia merasa proses produksi tersebut bukan sekadar pekerjaan akting, tetapi juga pengalaman belajar mengenai toleransi dan cara memandang perbedaan.
Dalam film produksi MPV Picture dan digarapan Imam Darto itu, Endy Arfian memerankan Raka, sosok perfeksionis, kaku, dan disiplin yang menghadapi persoalan keluarga hingga harus mencari jati dirinya.







