Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Publik kecewa karena Irma Rihi selaku pemeran Mak di film ‘Na Willa’ tidak masuk nominasi Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik di ajang Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2026. Aktor Arie Kriting sampai ikut menyuarakan pendapatnya.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (13/10/2026), aktor berusia 41 tahun itu mengkritik mengenai bagaimana industri perfilman nasional menilai pemeran dengan latar belakang Indonesia Timur.

Ia merasa ada diskriminasi di antara para pemeran, di mana orang kota kerap diapresiasi tinggi ketika berhasil menirukan logat Indonesia Timur, tapi tidak sebaliknya.

| Baca Juga: Luisa Adreena ‘Na Willa’ Jadi Aktris Termuda yang Tembus Nominasi Piala Citra FFI 2026

Tidak hanya itu, karakter dari Indonesia Timur juga kerap digambarkan sebagai figur yang miskin dan tersiksa.

Maka dari itu, Arie Kriting senang ketika aktris Irma Rihi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) mampu membawakan peran Mak di film ‘Na Willa’ dengan sangat baik.

“Di mana dia berperan jadi ibu-ibu seperti pada umumnya. Cita rasa Indonesia Timur-nya tidak hilang, tapi bukan jadi menu utama. Sehingga saya bisa menikmati sekali akting dia sebagai seorang ibu,” tulis Arie di unggahannya.

Arie sempat berharap Irma Rihi bisa menembus nominasi Piala Citra FFI 2026. Sayangnya hal tersebut tidak terjadi.

Meski kecewa, suami Indah Permatasari itu tetap menghormati keputusan dewan juri FFI. Ia pun tak bermaksud menggugat pilihan mereka. Namun ia berharap, ke depannya karakter dari dimensi lain bisa mendapatkan panggung yang lebih luas.

| Baca Juga: Selain Teuku Ryan, Pemeran 'Agent Kim Reactivated' Ini Juga Mirip Artis Indonesia

“Semoga ke depannya ada lebih banyak bentuk karakter yang segar, yang bisa dibawakan oleh pemeran dari mana saja. Lalu kemudian bisa mendapat apresiasi dari sesama insan melalui Festival Film Indonesia,” harapnya.

“Sehingga FFi bisa mempresentasikan film Indonesia dengan wajah yang beragam sebagaimana sejatinya bangsa kita yang beragam dari Sabang sampai Merauke,” sambungnya.

1 2

Tags: