Minyak Rambut Terbaik Sesuai Kebutuhan, dari Rosemary hingga Argan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Minyak rambut atau hair oil bisa menjadi salah satu cara praktis untuk mengatasi rambut kering, mengurangi rambut mengembang, dan membuatnya tampak lebih berkilau.
Namun, tidak semua minyak rambut cocok untuk setiap jenis rambut. Pemilihan produk yang kurang tepat justru bisa membuat rambut lepek dan kulit kepala terasa berminyak.
Minyak rambut yang sesuai dapat membantu mengurangi rambut kusut, merapikan helai rambut yang mencuat, melembutkan rambut kering, serta meningkatkan kilau alami. Kuncinya adalah memilih kandungan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rambut.
| Baca Juga: Trik Makeup Yoonchae 'KATSEYE' agar Wajah Terlihat Lebih Tegas
Untuk membedakan tren perawatan rambut yang viral dengan manfaat yang didukung bukti ilmiah, ahli trikologi Chelcey Salinger, direktur eksekutif International Association of Trichologists, dan Jane Davies, pendiri The Hair Physio, memberikan panduan memilih serta menggunakan minyak rambut.
Apa Itu Hair Oiling dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Dilansir dari situs Body and Soul, hair oiling merupakan praktik perawatan rambut tradisional dengan menggunakan minyak berbahan dasar tumbuhan.
Minyak dioleskan pada rambut, kemudian diratakan hingga ke bagian tengah dan ujung rambut. Dalam praktik tertentu, minyak juga dipijatkan ke kulit kepala.
Metode ini makin populer karena dianggap dapat membantu menjaga kelembapan rambut, meningkatkan kilau, serta mengurangi rambut mengembang dan mudah patah.
| Baca Juga: Bukan Cuma Bumbu Masak, Ini Manfaat Daun Salam untuk Perawatan Rambut Rumahan
Jane menjelaskan, minyak rambut memang bermanfaat untuk memperbaiki kondisi rambut, selama penggunaannya disertai ekspektasi yang realistis.
"Minyak membuat rambut terasa lebih lembut, halus, dan mudah diatur. Minyak juga dapat meningkatkan kilau serta mengurangi gesekan dan kerusakan rambut," jelasnya.
Perubahan tersebut membuat rambut tampak lebih sehat dan bervolume. Namun, manfaat itu berbeda dengan merangsang pertumbuhan rambut baru dari folikel.
| Baca Juga: Billie Eilish Pamer Warna Rambut Baru, Strawberry Blonde yang Natural
Manfaat Minyak Rambut
Di media sosial, berbagai jenis minyak sering dipromosikan sebagai solusi untuk rambut menipis dan mempercepat pertumbuhan rambut.
Padahal, menurut para ahli, manfaat utama minyak rambut lebih berkaitan dengan kondisi batang rambut daripada merangsang pertumbuhan rambut baru.
Chelcey menyukai penggunaan minyak sebagai bahan kondisioner untuk batang rambut. Minyak dapat mengurangi gesekan, membuat rambut lebih lembut, serta membantu rambut kering atau rusak terasa dan terlihat lebih sehat.
Lantas minyak rambut apa yang disarankan untuk Anda? Berikut beberapa pilihannya.
| Baca Juga: Billie Eilish Pamer Warna Rambut Baru, Strawberry Blonde yang Natural
Untuk Pertumbuhan Rambut
Minyak rosemary: Banyak diteliti untuk kesehatan kulit kepala, tapi bukti bahwa minyak ini benar-benar menumbuhkan rambut masih terbatas.
Minyak biji labu: Mengandung zat yang bisa menghambat enzim penyebab rambut menipis (DHT). Tapi belum terbukti bisa menumbuhkan rambut, masih perlu penelitian lebih lanjut.
Minyak jarak: Hampir tidak ada bukti langsung bisa menumbuhkan rambut. Namun efek melembapkannya bisa mengurangi rambut patah, sehingga rambut tampak lebih panjang.
| Baca Juga: Terlalu Sering Cuci Muka hingga Tak Pakai Sunscreen, Ini Penyebab Jerawat Semakin Parah
Untuk Melembapkan, Mengurangi Kusut, dan Bikin Berkilau
Minyak argan: Kaya vitamin E dan asam lemak. Bisa dipakai sebelum pewarnaan atau paparan sinar matahari untuk mengurangi kerusakan.
Minyak kelapa: Bisa meresap ke serat rambut dan melindungi dari kehilangan protein, jadi rambut tidak mudah patah. Tapi tidak menumbuhkan rambut baru.
Minyak jojoba: Cocok sebagai kondisioner tanpa bilas untuk rambut kering atau rapuh, dan membuat rambut lebih tahan patah.(*)







