Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Nyeri haid yang sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari tidak selalu bisa dianggap sebagai keluhan menstruasi biasa. Itu bisa saja menjadi tanda endometriosis.

Endometriosis adalah kondisi medis ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim—seperti di ovarium (indung telur), saluran tuba, dinding panggul, usus, atau kandung kemih.

Gejala endometriosis pada setiap perempuan pun berbeda. Ada yang disertai nyeri panggul berulang, nyeri saat berhubungan seksual, serta gangguan buang air besar atau buang air kecil selama menstruasi.

Meski demikian, gejala tersebut tidak serta-merta memastikan seseorang mengalami endometriosis. Untuk memastikannya diperlukan evaluasi medis menyeluruh yang melibatkan multidisiplin. Seperti Obstetri dan Ginekologi, Radiologi, Pain Intervention, Gizi, Digestif, Urologi, hingga Fertilitas.

| Baca Juga: Lutut Sering Nyeri Saat Berdiri atau Naik Tangga? Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Osteoartritis

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Bunda Jakarta, Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp.OG, Subsp. FER., M.Sc., menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menangani endometriosis.

Ia menjelaskan, evaluasi medis diperlukan untuk menilai keluhan, riwayat menstruasi, serta kemungkinan kondisi lain yang dapat menimbulkan gejala serupa.

"Karena gejalanya kan sangat bervariasi dan juga tergantung kondisi pasien. Oleh karena itu penanganan penyakit ini tidak cukup dilakukan oleh satu bidang keahlian," jelas Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp.OG, Subsp. FER., M.Sc., dalam diskusi Layanan Endometriosis di RS Bunda Jakarta, belum lama ini.

Mengapa Endometriosis Membutuhkan Banyak Spesialis?

Penanganan endometriosis diawali dengan pemeriksaan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi. Pemeriksaan terhadap pasien biasanya meliputi keluhan, riwayat menstruasi, karakteristik nyeri, dan rencana kehamilan. Pemeriksaan USG ginekologi serta MRI pelvis jika diperlukan dapat membantu memetakan lokasi dan luas penyakit.

| Baca Juga: Tak Semua Benjolan adalah Kanker, Namun Jangan Abaikan Perubahan pada Payudara

Respons terhadap terapi juga dipantau secara berkala, termasuk perubahan nyeri, fungsi sehari-hari, kualitas hidup, toleransi terapi, dan tujuan reproduksi.

1 2 3

Tags: