Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Pernah merasa sepatu yang dulu pas kini terasa semakin sempit? Jangan buru-buru menyalahkan sepatu. Seiring bertambahnya usia, bentuk kaki memang dapat berubah, meski tulang kaki sebenarnya tidak terus tumbuh seperti saat anak-anak.

Dr. Kimberly Koury, ahli bedah ortopedi di Atlantic Health, AS mengatakan kalau kaki orang dewasa tidak terus tumbuh seperti saat masa kanak-kanak. “Namun, bentuk kaki dapat berubah secara bertahap seiring bertambahnya usia," kata dia.

| Baca Juga: Perut Sakit saat Lari? Minho SHINee Punya Trik Mudah untuk Mengatasinya

Perubahan terutama terjadi ketika lengkung kaki perlahan turun dan melebar. Berkurangnya collagen seiring usia dapat membuat ligamen penopang lengkung kaki menjadi lebih kendur. Akibatnya, kaki bisa sedikit lebih panjang dan lebar.

Selain itu, Bunion (kelainan tulang yang menyebabkan benjolan pada sendi pangkal ibu jari kaki), hammertoe (kelainan bentuk jari kaki dengan sendi tengah melengkung ke atas dan ujungnya menekuk ke bawah menyerupai palu), serta radang sendi juga dapat membuat bagian depan kaki berubah sehingga sepatu lama terasa sesak.

Perubahan ini bisa mulai terasa sejak usia 30-an dan lebih umum pada perempuan. Kehamilan, menopause, kebiasaan memakai high heels, serta sepatu dengan ujung terlalu sempit dapat ikut berpengaruh.

| Baca Juga: Inovasi Pangan Lokal Tak Boleh Berhenti di Laboratorium, Harus Terbukti, Aman, dan Terjangkau

Karena itu, jangan hanya mengandalkan ukuran panjang saat membeli sepatu. Lebar dan ruang untuk jari juga penting. Pilih sepatu dengan toe box yang cukup luas dan hindari bagian yang menekan jari.

Perhatikan pula tanda seperti lecet, kapalan berulang, kebas, kesemutan, nyeri, atau sulit berjalan. Jika muncul, terutama secara mendadak atau hanya pada satu kaki, sebaiknya periksakan.(*)

Tags: