Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Kini, Visionary mengelola 29 fasilitas perawatan dan telah mempekerjakan lebih dari 30 pengasuh berlatar belakang binaraga. Sekitar seperempat dari seluruh tenaga kerjanya berusia di bawah 24 tahun.

Kehadiran para pria berotot ini juga menjawab kebutuhan praktis di lapangan. Merawat lansia tidak jarang membutuhkan tenaga untuk membantu seseorang berpindah dari tempat tidur ke kursi roda atau berdiri dan berjalan.

Tanpa teknik yang tepat, aktivitas tersebut berisiko mencederai pengasuh maupun orang yang dirawat.

| Baca Juga: Teliti Edamame dan Talas Bogor, Mahasiswa Unej dan IPB Raih Dukungan Riset Pangan Nasional

Salah satu anggota program ini adalah Tatsumi Hokuto, mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang pernah menjuarai kompetisi binaraga amatir tingkat nasional.

Bagi Hokuto, pekerjaan tersebut memberinya kesempatan untuk memanfaatkan hobi yang selama ini ia tekuni bagi kepentingan orang lain.

Dia tetap pergi ke pusat kebugaran setelah menyelesaikan giliran kerjanya. Menariknya, Visionary memberikan waktu latihan berbayar hingga dua jam sehari. Para pengasuh juga berkesempatan memperoleh bonus berdasarkan performa mereka.

| Baca Juga: Dulu Aktor Cilik 'Descendants of the Sun', Joel Jin Nwamadi Kini Raih Perunggu di Asian Games 2026

Dengan sistem tersebut, mereka tidak harus memilih antara menekuni binaraga dan menjalani pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Cerita lain datang dari Yasuhiro Miyazaki. Sebelum bergabung dengan Visionary, dia memiliki pandangan negatif terhadap industri perawatan lansia. Pekerjaan ini menurutnya identik dengan tugas berat dan upah yang rendah.

Namun, pandangannya berubah setelah mengetahui bahwa keterampilan yang dia pelajari selama berlatih bisa digunakan untuk membantu orang lain.

| Baca Juga: Debu Semen hingga Mesin Jahit, Dua Seniman Raih Grand Prize Kompetisi Seni Asia Tenggara

1 2 3 4

Tags: