Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Aktivis lingkungan Andrew Kalaweit membagikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ia menyebut data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak akurat.

Sebelumnya, BNPB melaporkan bahwa ada dua provinsi yang menjadi titik prioritas mereka, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers pada Rabu (14/10/2026) mengungkap masih ada 7,8 hektare lahan yang sedang dalam penanganan.

Sementara kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian khusus dengan luas area mencapai 513 hektare.

| Baca Juga: Windah Basudara Murka, Dituduh Dibayar hingga Diserang Buzzer Usai Speak Up soal Karhutla

Berbanding terbalik dari laporan tersebut, Andrew Kalaweit membeberkan bahwa lahan yang masih terbakar jauh lebih besar dari angka yang dilaporkan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (15/10/2026), ia mengunggah video yang memperlihatkan relawan tampak bergotong royong memadamkan api di kawasan kota Palangkaraya.

Andrew Kalaweit memperlihatkan kondisi karhutla Kalimantan Tengah. Foto: Dok. Instagram @andrewkalaweit
Andrew Kalaweit memperlihatkan kondisi karhutla Kalimantan Tengah. Foto: Dok. Instagram @andrewkalaweit

"Palangkaraya 15 Oktober 2026. Situasi masih jauh dari kata NORMAL. Kalimantan masih di Selimuti asap dan titik api masih Banyak! Laporan BNPB sebelumnya SANGAT TIDAK AKURAT!," tulisnya dalam keterangan unggahan.

Meski tidak terlihat ada api yang menyala, dari dalam tanah gambut masih mengeluarkan asap. Penyiraman terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.

| Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Padang, 498 Warga Terdampak dan 120 Rumah Terendam

Menurut Andrew yang turun langsung ke lapangan, kebakaran yang belum tertangani di Kalimantan Tengah luasnya lebih dari 7 hektare seperti yang dilaporkan BNPB.

Andrew Kalaweit bersama para relawan karhutla. Foto: Dok. Instagram @andrewkalaweit
Andrew Kalaweit bersama para relawan karhutla. Foto: Dok. Instagram @andrewkalaweit

"Aku tidak mengerti dan bagaimana bisa ada info bahwa tinggal 7 hektare (lahan terbakar) di seluruh Kalimantan Tengah. Nggak bisa berkata-kata," ujarnya.

"Sedangkan di sekeliling kota saja kalian bisa lihat ini lahan gambut yang tadi malam masih terbakar sekarang teman-teman (relawan) memastikan agar api tidak hidup kembali," tambahnya.

Unggahan Andrew Kalaweit memicu pertanyaan dari netizen mengenai cara BNPB dalam memperoleh data karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan yang dilaporkan oleh warga.

| Baca Juga: Paus Leo XIV Jalani Operasi Kanker Paru-paru, Kondisinya Stabil Tanpa Komplikasi

"Heran, bagaimana cara mereka memperoleh data ya? Mereka digaji uang rakyat besar duduk enak di sana. Tim lapangan di bawah yang bekerja. Enak aja bikin laporan sembarangan," komentar seorang netizen.

"Di lingkar luar aja sampai malam pemadam masih wara wiri. Sehat selalu buat para relawan, semoga senantiasa dilindungi Allah dalam bertugas," komentar netizen lain. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: