Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kreator konten sekaligus aktor Aron Ashab mengisahkan pengalaman pahitnya dikurung dan disiksa di sebuah tempat yang disebut sebagai pondok pesantren. Namun, ia sendiri menyebutnya sebagai 'penjara'.

Sebelumnya, pria berusia 33 tahun itu sempat menghilang selama satu tahun. Ia mengaku dirinya diculik dan dimasukkan ke penjara. Penculiknya adalah sekelompok preman yang dibayar oleh seseorang yang tidak diungkap identitasnya.

"Gw di PENJARA atau bisa dibilang gw abis diculik terus dimasukin penjara. Penculikan bayaran yang dilakukan oleh satu oknum dan difasilitasi preman yang sok keras," ungkapnya dalam unggahan Instagram, Rabu (14/10/2026).

Salah seorang netizen berkomentar, menyebut bahwa Aron bukan dipenjara, melainkan tinggal di pondok pesantren.

| Baca Juga: Setahun Menghilang, Aron Ashab Ngaku Diculik dan Disiksa di Penjara

"Silahkan kalau asumsinya seperti itu. Aron kemarin sempat mondok di pesantren (nama dirahasiakan) seharusnya Aron menjadi pribadi yang lebih baik. Doakan aja Aron hijrah jadi lebih baik ke depannya," tulis netizen tersebut.

Aron mengungkap bahwa si netizen merupakan pemilik pondok pesantren tempatnya disiksa. Namun, menurutnya, tempat tersebut tidak pantas disebut sebagai pondok pesantren.

"Bisa-bisanya sang owner masih komen dengan pede nya. Tapi gw udah tau dia bakal berkelit ke arah ini pesantren. Dari mana pesantrennya? Kita ada belajar agamanya secara baik dan benar kah?," ungkapnya dalam unggahan Instagram, Kamis (15/10/2026).

"Atau nyuruh kita sholat 120 rakaat sehari dan dzikir berjam-jam itu pesantren? Menghafal dzikir tarekat aliran kalian dan kalau tidak hafal akan dijepret dengan tasbih sebesar buah duku per bijinya sampai tangan kita pendarahan dalam?," tambahnya.

| Baca Juga: Berlliana Lovell Alami Pelecehan Verbal saat Live TikTok, Pelaku Minta Maaf

Aron juga mengungkap ada ruangan bawah tanah tempat para penghuni dikurung selama berbulan-bulan. Bahkan ia menyebut adalah beberapa orang, termasuk kakak laki-lakinya, yang meninggal dunia di sana.

"Capek saya kalau harus sebutkan semua kekacauan tempat ini dan kalian semua. Mau bilang apa lagi? Tempat rehab? Mana konselornya? Kita cuma dikurung di dalam entah sampai kapan," lanjutnya.

1 2

Tags: