Dari Balik Rutan, Nikita Mirzani Persembahkan Film 'Beautiful Pain' untuk Anak
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Ada momen penting yang harus dilewatkan Nikita Mirzani meski menjadi salah satu sosok di balik film 'Beautiful Pain'.
Saat gala premiere berlangsung di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/10/2026), Nikita hanya bisa menyapa para tamu melalui rekaman video dari Rutan Pondok Bambu.
Dalam pesan itu, ia mempersembahkan filmnya untuk anak-anaknya, terutama putri sulungnya, Laura Meizani.
Melalui video yang diputar di hadapan para undangan, Nikita mengaku sedih karena tidak bisa menyaksikan langsung karya yang telah lama dinantikannya.
| Baca Juga: Film 'Beautiful Pain' Rilis Trailer, Nikita Mirzani Kirim Rekaman Suara dari Penjara
"Sedih banget rasanya, ini film yang aku tunggu-tunggu, tapi akunya enggak ada di situ. Tapi di lubuk hatiku terdalam, aku ada di sana tanpa bisa kalian lihat," ujar Nikita.
Sebagai produser eksekutif, Nikita menegaskan bahwa 'Beautiful Pain' bukan sekadar kisah tentang dirinya.
Film tersebut ingin mengangkat perjuangan perempuan yang berani keluar dari situasi sulit meski harus menghadapi tekanan sosial.
"Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tapi ini film tentang semua wanita Indonesia yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan," katanya.
Ia juga mengingatkan perempuan agar tidak menganggap status janda sebagai sesuatu yang memalukan atau membiarkan cibiran orang lain menghalangi keputusan penting dalam hidup.
| Baca Juga: Sempat Berseteru, Baim Wong Syok Produser Film 'Beautiful Pain' Ternyata Nikita Mirzani
Dipersembahkan untuk Laura dan Adik-adiknya
Bagian paling emosional muncul ketika Nikita menyampaikan pesan kepada anak-anaknya. Ia berterima kasih kepada Laura dan kedua adiknya karena telah berjuang melewati situasi keluarga yang tidak mudah.
"Film ini untuk anak-anak Niki. Terutama untuk Laura, terima kasih Nak sudah berjuang. Adik-adiknya juga terima kasih. Maafkan Mimi, Mimi tidak bisa hadir karena Mimi sedang... doakan semoga cepat keluar," ucapnya lirih.
Di akhir pesannya, Nikita berharap 'Beautiful Pain' dapat mendorong penonton untuk menghargai diri sendiri, menjaga kesehatan mental, dan berani mengambil keputusan demi masa depan anak-anak.
Kisah Ibu yang Berjuang Keluar dari Hubungan Toxic
Film 'Beautiful Pain' diproduksi Dapur Film dengan Dmaz Brodjonegoro sebagai sutradara dan Hanung Bramantyo sebagai produser. Film berdurasi 99 menit itu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
| Baca Juga: Nikita Mirzani dan Baim Wong Angkat Sisi Gelap Rumah Tangga di Film Beautiful Pain
Cerita berpusat pada Niken (Raihaanun), seorang ibu yang berusaha keluar dari pernikahan penuh konflik dan kekerasan dalam rumah tangga.
Setelah berjuang memulai hidup baru melalui karier sebagai aktris, ia menghadapi fitnah, pelecehan seksual, dan persoalan hak asuh anak.
Dmaz menggambarkan inti film ini sebagai keberanian untuk pulih dari trauma dan kembali menyuarakan hak diri sendiri.
Selain Raihaanun dan Baim Wong, 'Beautiful Pain' juga dibintangi Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Siti Fauziah, Dimas Aditya, serta Nikita Mirzani.
| Baca Juga: Mahar Pernikahan Pendakwah Kadam Sidik Jadi Sorotan Usai Kontroversi Ucapan 'Raja di Rumah'
Vonis Enam Tahun Penjara Tetap Berlaku
Nikita berada dalam tahanan sejak 4 Maret 2025. Pada September 2026, Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukannya dalam perkara pemerasan, pengancaman, dan tindak pidana pencucian uang.
Dengan penolakan tersebut, vonis enam tahun penjara tetap berlaku. Keterangan yang tersedia tidak merinci alasan khusus di balik penolakan PK.
Hingga Oktober 2026, Nikita telah menjalani masa tahanan sekitar satu tahun tujuh bulan. (*)







