Psychic Fever Rilis Album Different, Rayakan Keunikan Tujuh Anggota
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Boy group Psychic Fever membuktikan perkembangan musikal mereka melalui album kedua bertajuk Different. Empat tahun setelah debut album P.C.F, grup asal Jepang yang dibentuk pada 2019 ini kembali dengan 10 lagu yang merangkum evolusi musik, karakter, dan kreativitas tujuh anggotanya.
Terdiri dari Tsurugi, Ryoga, Ren, Jimmy, Kokoro, Ryushin, dan Weesa, Psychic Fever membagikan cerita di balik penggarapan album Different saat berkunjung ke Indonesia.
Jimmy mengatakan, Different merepresentasikan perkembangan Psychic Fever kemampuan bermusik mulai dari R&B hingga hip-hop.
“Different merupakan rangkuman dari seluruh keterampilan kami yang telah berevolusi 100%, mulai dari genre R&B hingga hip-hop,” ujar Jimmy saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).
| Baca Juga: Kembali ke Indonesia Usai 3 Tahun, Psychic Fever Ungkap Hal-hal yang Bikin Kangen
Ryoga Nakanishi menambahkan, album ini menandai fase pertumbuhan baru grup sekaligus memperlihatkan keberanian mereka dalam mencoba warna musik yang berbeda.
“Melalui album ini, kami berharap para pendengar dapat melihat dan merasakan pertumbuhan kami,” kata Ryoga.
Ryoga berharap pendengar dapat menikmati keseluruhan album sekaligus menemukan lagu yang paling sesuai dengan selera mereka.
Selain R&B dan hip-hop yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik mereka, memperluas eksplorasi dengan memasukkan unsur Afrobeats. Perpaduan tersebut memberikan warna baru dalam album yang memuat 10 lagu dengan karakter dan daya tarik masing-masing.
| Baca Juga: Musisi Doddy Katamsi Tutup Usia Setelah Berjuang Melawan Komplikasi Penyakit
Different, Perayaan Perbedaan 7 Anggota
Pemilihan judul Different tidak terlepas dari diskusi internal seluruh anggota. Bagi grub bentukan LDH Japan, perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan demi menciptakan kebersamaan. Sebaliknya, karakter dan keahlian masing-masing anggota justru menjadi kekuatan yang membentuk identitas grup.
Jimmy menjelaskan, tujuh anggota memiliki keunggulan masing-masing. Ketika seluruh kemampuan tersebut dipadukan, mereka dapat menciptakan karakter musik dan penampilan yang khas.
“Kebersamaan bukan berarti harus seragam. Justru, masing-masing anggota memiliki keahlian dan keunggulannya sendiri,” tutur Jimmy.
Pandangan serupa disampaikan Ren. Menurutnya, setiap anggota memiliki potensi berbeda, mulai dari kemampuan beatbox, memproduksi musik, hingga menulis lirik.
| Baca Juga: Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Tunggakan Gaji, Tegaskan Putrinya Tak Terlibat
"Ketika ketujuh orang ini bersatu di atas panggung dan memadukan kekuatan, terciptalah daya tarik baru yang tidak dimiliki grup lain,” ujar Ren.
Seluruh Anggota Terlibat dalam Proses Produksi
Penggarapan Different berlangsung selama 2 tahun. Dalam proses tersebut, setiap anggota terlibat secara aktif untuk memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Wessa mengungkapkan, dirinya bersama Jimmy turut menulis lirik dan berpartisipasi dalam berbagai aspek teknis produksi, termasuk proses rekaman. Keterlibatan tersebut membuat album ini memiliki sentuhan personal yang lebih kuat.
“Saya dan Jimmy-kun turut menulis lirik dan berpartisipasi langsung dalam berbagai aspek teknis produksi, termasuk saat proses rekaman,” kata Weesa.
| Baca Juga: M2M Siap Konser Lagi di Jakarta pada April 2027, Catat Tanggalnya
Keterlibatan anggota dalam produksi juga menghadirkan pengalaman berbeda selama proses rekaman. Ryushin Handa mengungkapkan, salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika Jimmy dan Weesa menulis lirik sekaligus memberikan arahan kepada anggota lain saat sesi rekaman.
Menurut Ryushin, bimbingan langsung dari sesama anggota memungkinkan mereka mengeksplorasi detail vokal secara lebih mendalam dibandingkan biasanya.
“Karena diarahkan langsung oleh sesama anggota, kami bisa menggarap detail-detail vokal secara jauh lebih mendalam, teliti, dan intim,” ujar Ryushin.
Dalam proses produksinya, mereka bekerja sama dengan Rykeyz, produser yang pernah berkolaborasi dengan Chris Brown dan H.E.R. yang mendapat nominasi Grammy. Kolaborasi tersebut turut memperkuat eksplorasi musik dan kematangan aransemen dalam album Different.
| Baca Juga: Asap Kebakaran Hutan Indonesia Berpotensi Ganggu Konser BIGBANG di Singapura, Penyelenggara Bikin Imbauan
Tentang Lagu Cinderella Pt. 2
Di antara 10 lagu dalam album Different, Jimmy memilih Cinderella Pt. 2 sebagai salah satu karya yang paling berkesan baginya. Ia terlibat langsung dalam penulisan lirik lagu yang terinspirasi dari dongeng Cinderella.
Namun, lagu ini membawa pesan yang lebih luas daripada kisah romantis tentang sepatu kaca dan sihir. Jimmy ingin mengingatkan pendengar bahwa seseorang tidak membutuhkan hal-hal ajaib untuk menjadi istimewa.
“Seseorang tidak memerlukan sepatu kaca ataupun sihir untuk menjadi istimewa; kalian sudah sangat mempesona apa adanya,” kata Jimmy.
Different menjadi salah satu album paling ambisius. Eksplorasi musiknya mencakup R&B bernuansa nostalgia era Y2K, UK garage, Afrobeats, pengaruh trap, hingga balada dengan emosi yang kuat.
| Baca Juga: Konser Andrea Bocelli Terancam Batal? MUI Soroti Rekam Jejaknya Terkait Israel
Lagu utama album ini adalah If You're Mine, yang sekaligus menjadi lagu pembuka. Lagu tersebut diproduksi oleh JIGG dan ditulis oleh Wiljam.
Sementara itu, Masterpiece menghadirkan nuansa percaya diri yang terinspirasi era Y2K, sedangkan I Got Ways menjadi single pra-rilis dengan sentuhan R&B. PSYCHIC FEVER juga menawarkan energi yang membangkitkan semangat melalui Diamond.
Adapun Cinderella Pt. 2 dan Into You menghadirkan sentuhan Afrobeats, sementara Dream Flight menonjolkan harmoni yang lembut. Nuansa ceria hadir melalui Pink Lemonade, sebelum album ditutup dengan Glowing yang megah. (*)







