Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Laura Moane menjalani pengalaman baru lewat film The Doll Ghawiah produksi Hitmaker Studios. Dalam film arahan Guntur Soeharjanto tersebut, aktris berusia 20 tahun itu berperan sebagai anak bungsu dari karakter yang diperankan Darius Sinathrya dan Titi Kamal. Nala menjadi anggota keluarga pertama yang berinteraksi dengan boneka Ghawiah.

“Ini film horor pertama aku, jadi everything is so new to me,” kata Laura saat ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).

Sebelum terlibat dalam film ini, Laura mengaku tidak pernah menonton film horor karena dirinya termasuk orang yang penakut. Dia beranggapan, proses syutingnya menyeramkan sebagaimana di film.

"Aku mikirnya syuting horor tuh serem. Aku juga nggak pernah nonton film horor. Tapi habis syuting, ternyata behind the camera nggak seseram itu. Aku jadi pengen nyoba scene kesurupan juga. Proses make-up-nya juga keren,” ungkapnya.

| Baca Juga: Ada Aura Mistis, Titi Kamal Sengaja Jauhi Boneka Saat Jeda Syuting Film 'The Doll Ghawiah'

Laura mengaku langsung menerima tawaran film ini setelah membaca sinopsis dan mengetahui jajaran pemainnya.

“Aku dulu tuh nggak mau horor, karena aku penakut orangnya. Tapi setelah ini, aku pengen lagi,” ujarnya.

Teriakan dan Napas Jadi Tantangan

Meski menikmati proses syuting, Laura mengakui ada tantangan fisik yang harus dihadapi. Menurutnya, adegan horor yang menuntut karakter bernapas terengah-engah dan berteriak justru lebih melelahkan dibandingkan adegan perkelahian.

“Menurut aku lebih ke napasnya. Kalau scene horor atau scene yang deg-degan, kita harus napas terengah-engah. Itu yang bikin capek justru,” jelasnya.

| Baca Juga: Masayu Anastasia Temukan Keseruan Baru Bintangi Film Komedi Anak

Laura juga harus menjalani adegan aksi menggunakan sling, melompat, hingga adegan kesurupan.

Ia menambahkan, kondisi tubuh dan waktu istirahat juga berpengaruh terhadap stamina selama syuting. Beruntung, proses produksi The Doll Ghawiah berlangsung dengan jadwal yang cukup terjaga.

Gadis kelahiran Semarang, 7 Juli 2006 ini menyebut adegan yang mengharuskannya menjalani syuting hingga malam hanya berlangsung sekitar tiga hari. Dengan begitu, ia tidak merasa harus menghadapi jadwal kerja yang terlalu berat.

Belajar Menjahit demi Karakter Nala

Selain adegan horor dan aksi, Laura mempelajari keterampilan menjahit untuk mendukung perannya sebagai Nala. Ia berlatih sekitar satu jam setiap hari selama lima hari hingga satu minggu pada masa reading.

| Baca Juga: Film 'Pulang Kampung' jadi Kesempatan Axelo Nababan Lebih Mengenali Latar Belakang Batak

Latihan tersebut ternyata membuahkan hasil dalam waktu relatif singkat. Laura mengaku mendapat pujian karena dinilai cepat menguasai keterampilan menjahit.

“Iya, aku setiap hari pas reading mungkin sejam sehari latihan selama seminggu kali, ya, atau lima hari gitu. Tapi cepat, sih. Kata orang jahitnya aku pintar, katanya bisa buka Nala Tailor,” ucap aktris berdarah Jawa (ibu) dan Inggris (ayah) itu.

Belajar Ekspresi Takut Saat Reading

Untuk membangun emosi saat memerankan karakter yang ketakutan, Laura mengandalkan persiapan sebelum syuting. Ia dan para pemain menjalani proses reading serta latihan adegan agar memahami situasi yang akan dihadapi karakter masing-masing.

Laura juga mengaku sempat kebingungan menentukan ekspresi dan mengatur pernapasan karena belum pernah menonton film horor. Arahan Guntur Soeharjanto menjadi salah satu hal yang membantunya mendalami karakter Nala.


“Tantangannya banyak. Aku kan enggak pernah nonton film horor, jadi agak bingung ekspresinya gimana, terus pernapasannya juga harus gimana. Tapi untungnya ada Pak Guntur yang bantuin, yang ngasih rasa dan scene-scene biar aku enggak lost banget. Terus banyak pemain juga bantu,” ungkapnya.

Mengambil latar tahun 1988, kisah bermula ketika pasangan suami istri Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) memutuskan pindah dari Jakarta ke kawasan Babakan Siliwangi, Bandung.

Langkah ini diambil bersama kedua buah hati mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), untuk merintis lembaran hidup baru usai bisnis keluarga bangkrut.

Namun, niat mencari ketenangan justru berubah menjadi teror mistis tiada akhir setelah Nala tak sengaja bertemu anak misterius di dalam hutan yang memberinya sebuah boneka bernama Ghawiah.

| Baca Juga: Film 'Ibuku' Raih Special Jury Prize BIFF 2026, Angkat Perjuangan Ibu dan Anak

Usut punya usut, nama Ghawiah memiliki arti harfiah 'tersesat'. Boneka ini bersemayam jiwa-jiwa terluka yang memicu serangkaian kejadian janggal di rumah baru mereka.

Melalui penuturan Laras (Sara Wijayanto), seorang pelayan restoran lokal, terungkap legenda tragis sosok arwah anak bernama Uci yang tewas akibat kecelakaan tabrak lari di Jalan Siliwangi dua tahun sebelumnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: