15 Jurnalis Naik Panggung Musikal, Hidupkan Kisah Ismail Marzuki
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google“Kami bersyukur dapat berjalan bersama rekan-rekan jurnalis yang selama ini menjadi bagian penting dalam menyebarkan cerita tentang seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” ujar Renitasari.
Ia berharap keterlibatan para jurnalis dalam pertunjukan tersebut dapat memperluas pemahaman mereka terhadap seni pertunjukan, termasuk proses kreatif yang berlangsung di balik layar.
| Baca Juga: Cerita David Nurbianto Jadi Konsultan Komedi Syahrini di Panggung Pestapora 2026
“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dan apresiasi yang lebih besar terhadap seni pertunjukan Indonesia,” katanya.
Belajar Akting hingga Menghayati Karakter
Untuk mempersiapkan pementasan, para jurnalis menjalani 12 pertemuan latihan intensif. Mereka berlatih bersama Pasha Prakasa, penampil, koreografer, dan sutradara yang memiliki pengalaman di dunia musikal Indonesia maupun mancanegara.
Pasha bukan orang baru dalam produksi Payung Fantasi. Ia pernah terlibat dalam Serial Musikal Payung Fantasi di kanal YouTube Indonesia Kaya sebagai sutradara teater. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam mendampingi para jurnalis mengadaptasi kisah Ismail Marzuki ke dalam format fragmen musikal.
Dalam proses latihan, Pasha bekerja bersama Dani Dumadi selaku penata vokal dan Hazim Suhadi sebagai pianis. Para peserta mempelajari eksplorasi karakter, penghayatan cerita, serta cara menyampaikan narasi melalui dialog, musik, dan gerak.

Latihan tersebut juga menuntut kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama. Para peserta perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pertunjukan, menyelaraskan penampilan dengan pemain lain, serta memahami hubungan antara setiap adegan agar cerita dapat tersampaikan secara utuh.
Pasha mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan program ini karena pernah menjalani profesi sebagai jurnalis. Ia memahami bahwa tampil di atas panggung merupakan pengalaman yang berbeda dari rutinitas para peserta.
“Sebagai seseorang yang pernah berprofesi sebagai jurnalis, saya merasa senang mendapat kesempatan untuk mendampingi rekan-rekan jurnalis dalam pengalaman berkesenian ini. Saya memahami bahwa bagi mereka, tampil di atas panggung merupakan pengalaman yang berbeda dari keseharian mereka,” ujar Pasha, yang bertindak sebagai sutradara Fragmen Musikal Payung Fantasi oleh Musikal Jurnalis.
Meski waktu persiapan relatif singkat, ia mengapresiasi perkembangan para peserta selama proses latihan.




