Film 'The Doll Ghawiah' Tayang di IMAX, Pengalaman Sinematik Dijamin Berbeda
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Untuk proyek-proyek kami ke depan yang bergenre aksi atau thriller, kami akan memastikan teknis pengambilan gambarnya memenuhi standar minimal IMAX, yaitu resolusi 4K hingga 8K," jelas Rocky.
Bagi Guntur Soeharjanto, penayangan The Doll Ghawiah di IMAX menjadi pencapaian personal. Dari sekitar 30 film panjang yang pernah disutradarainya, kesempatan ini menjadi pengalaman pertamanya menembus layar IMAX.
“Pengalamannya memang sangat berbeda ya. Walaupun proses syutingnya tidak menggunakan kamera 70 mm, tetapi secara treatment dan semuanya memang sudah kami desain dari awal," jelas Guntur.
Darius Sinathrya Puji Kualitas Gambar, Sara Wijayanto Insecure
Darius Sinathrya menjelaskan, secara teknis The Doll Ghawiah menjalani proses pengambilan gambar dengan resolusi 4K. Materi tersebut memungkinkan film dipersiapkan untuk penayangan IMAX setelah melalui penyesuaian teknis, termasuk pembersihan sejumlah bagian gambar.
Ia juga mengaku sempat melihat beberapa adegan menjelang bagian akhir film dalam format tersebut. Menurutnya, detail gambar dan kualitas audio terasa lebih kuat.
“Secara materi layak ditayangkan di IMAX dan secara teknis juga bisa dipakai. Akhirnya kita mendapat kesempatan yang spesial untuk perfilman Indonesia,” ujar Darius.
Sementara Sara Wijayanto mengaku terkejut ketika mengetahui The Doll Ghawiah akan ditayangkan di IMAX. “Kaget banget pas dikasih tahu. Kayak, ‘Hah, di IMAX?! Oh my God!’ Terus kepikiran, ‘Hah, mukanya gede banget dong nanti!’ Bikin insecure ya,” ujar Sara sambil tertawa.
| Baca Juga: Woko Channel Debut di Film 'Piye To Kih?', Kisah Cinta Mukidi dan Dara Sarasvati Dibalut Komedi
Di balik pengalaman tersebut, Sara juga menceritakan tantangan menjalani adegan fisik dalam film horor itu. Ia harus memastikan setiap gerakan dilakukan secara presisi, terutama ketika menggunakan properti seperti gunting mainan yang tetap berisiko menimbulkan cedera jika tidak digunakan dengan benar.
"Adegan jatuh atau terbanting juga membutuhkan perhatian khusus agar tetap aman saat dilakukan di depan kamera. Kita harus belajar bagaimana caranya kalau kita jatuh, jatuhnya aman,” jelas Sara.







