Omara Esteghlal Punya Alasan untuk Tetap Bersuara Kritis di Media Sosial
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Aktor Omara Esteghlal punya pandangan tersendiri soal penggunaan media sosial oleh figur publik. Menurut kekasih Prilly Latuconsina ini, popularitas yang dimiliki seseorang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pendapat yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Omara menganggap kesempatan berbicara di hadapan banyak orang sebagai hal yang perlu digunakan dengan bijak. Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan hal-hal yang diyakininya benar, terutama jika berkaitan dengan kepentingan bersama.
“Aku enggak tahu ya mengenai yang di-take down. Yang pasti sih yang aku tahu adalah kita ini memiliki responsibility dan juga privilege, itu dua hal yang sangat penting untuk menyuarakan hal-hal dan aspirasi rakyat dan aspirasi semua orang Indonesia,” ujar Omara saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Bagi Omara, memiliki banyak pengikut di media sosial memberikan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak orang. Karena itu, ia ingin menggunakan ruang tersebut untuk menyampaikan pandangan yang menurutnya bermanfaat bagi masyarakat.
| Baca Juga: Wendi Cagur Keluhkan Jangkauan Instagram Dibatasi Usai Speak Up soal Karhutla
“Jadi kalau tadi pertanyaan adalah apa tanggapan soal itu, tanggapan aku adalah ya kita, ini privilege kita, ini adalah tanggung jawab aku sebagai memiliki akun, ya aku akan bersuara apa pun yang menurut aku adalah benar gitu dan itu untuk kepentingan banyak orang,” tutur Omara.
Meski demikian, Omara menyadari bahwa menyampaikan pendapat di ruang publik perlu disertai pemahaman yang baik terhadap persoalan yang dibahas. Ia menilai seseorang perlu mengetahui fakta dan memahami situasi sebelum menentukan sikap.
“Mungkin pertanyaannya bukan apakah itu penting apa enggak untuk bersuara, tapi kita harus mengetahui moral kompas kita seperti apa, apa yang kita harus tahu itu benar, apa yang faktual, apa yang sedang terjadi,” kata Omara.
Menurutnya, pemahaman terhadap fakta menjadi bekal penting agar pendapat yang disampaikan tidak sekadar mengikuti isu yang sedang ramai dibicarakan. Dengan begitu, seseorang bisa memiliki alasan yang jelas ketika menyampaikan pandangannya. (*)







