Jangan Asal Menebak, Ini Cara Membaca Bahasa Tubuh Kucing Lewat Ekornya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google
Berbeda dari anjing, gerakan ekor kucing ke kanan dan kiri tidak selalu berarti senang. Jika kibasannya cepat dan keras, kucing mungkin sedang kesal atau terlalu terstimulasi, misalnya ketika terus dielus meski sudah ingin berhenti.
Namun, gerakan yang lebih lambat juga bisa menandakan ia sedang fokus mengamati mainan atau sesuatu di sekitarnya.
Ekor bergetar

Ekor yang tegak dan bergetar kecil sering terlihat ketika kucing sangat antusias menyambut seseorang atau kucing lain. Meski begitu, perhatikan posisinya.
Jika ia membelakangi dinding atau furnitur sambil menggetarkan ekor, perilaku tersebut juga bisa berkaitan dengan penandaan wilayah menggunakan urine.
| Baca Juga: Kucing Alami Gangguan Pernapasan Akibat Karhutla? Begini Langkah Penanganannya
Ekor terselip di antara kaki

Posisi ini umumnya menunjukkan rasa takut, cemas, atau tidak nyaman. Dalam kondisi tertentu, ekor yang terus-menerus terselip juga bisa berkaitan dengan rasa sakit.
Hindari memaksa kucing berinteraksi. Jika perubahan ini berlangsung lama atau disertai gejala lain, pemeriksaan dokter hewan diperlukan.
Ekor mendatar

Ketika ekor berada mendatar sejajar dengan tubuh, kucing biasanya sedang dalam kondisi netral atau cukup santai. Ia mungkin sedang mengamati keadaan sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Amati juga telinga, mata, dan posturnya untuk memahami apakah ia nyaman atau justru masih waspada.







