Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google
Ekor mengibas ke samping. Foto: Getty Images

Berbeda dari anjing, gerakan ekor kucing ke kanan dan kiri tidak selalu berarti senang. Jika kibasannya cepat dan keras, kucing mungkin sedang kesal atau terlalu terstimulasi, misalnya ketika terus dielus meski sudah ingin berhenti.

Namun, gerakan yang lebih lambat juga bisa menandakan ia sedang fokus mengamati mainan atau sesuatu di sekitarnya.

Ekor bergetar

Ekor bergetar. Foto: Getty Images

Ekor yang tegak dan bergetar kecil sering terlihat ketika kucing sangat antusias menyambut seseorang atau kucing lain. Meski begitu, perhatikan posisinya.

Jika ia membelakangi dinding atau furnitur sambil menggetarkan ekor, perilaku tersebut juga bisa berkaitan dengan penandaan wilayah menggunakan urine.

| Baca Juga: Kucing Alami Gangguan Pernapasan Akibat Karhutla? Begini Langkah Penanganannya

Ekor terselip di antara kaki

Ekor terselip di antara kaki. Foto: Getty Images

Posisi ini umumnya menunjukkan rasa takut, cemas, atau tidak nyaman. Dalam kondisi tertentu, ekor yang terus-menerus terselip juga bisa berkaitan dengan rasa sakit.

Hindari memaksa kucing berinteraksi. Jika perubahan ini berlangsung lama atau disertai gejala lain, pemeriksaan dokter hewan diperlukan.

Ekor mendatar

Ekor mendatar. Foto: Getty Images

Ketika ekor berada mendatar sejajar dengan tubuh, kucing biasanya sedang dalam kondisi netral atau cukup santai. Ia mungkin sedang mengamati keadaan sebelum memutuskan langkah berikutnya.

Amati juga telinga, mata, dan posturnya untuk memahami apakah ia nyaman atau justru masih waspada.

1 2 3

Tags: