Bintangi Film 'Yang Disebut Nakal' Boris Bokir Kenang Kenakalan Masa Kecilnya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Waktu aku kecil dulu, didikan orang tua seringnya satu arah: 'Udah langsung dengerin, anak saya aja nih.' Makanya kalau sekarang harus lebih banyak mendengarkan, baru dicari formulanya biar ada deal-nya, ada perjanjiannya," jelas Boris.
Persepsi Nakal, Bukan Berarti Jahat
Bagi Boris, label nakal yang melekat pada anak kerap kali lahir dari ketidak mampuan orang dewasa dalam memahami minat sang anak. Menurutnya, energi berlebih dari seorang anak seharusnya diarahkan, bukan langsung dihakimi.
"Persepsi nakal itu karena dia kayaknya belum dipahami dan belum didengar seutuhnya. Misalnya anak senang berenang di sungai sampai sore nggak pulang-pulang, mungkin dia senangnya di air, coba diarahkan," katanya.
| Baca Juga: Cerita Yoriko Angeline Berperan jadi Istri Muda di Film Pirunduk
"Atau anak nge-band sampai malam dibilang anak nakal, padahal sekarang banyak yang jadi musisi hebat. Mereka cuma butuh didengar dan diarahkan. Nakal tuh cuma masalah persepsi," sambungnya.
Berperan sebagai Pelatih di Bina Laku
Dalam Yang Disebut Nakal, Boris memerankan Goklas Panjaitan, salah satu pelatih di Bina Laku, tempat anak-anak dititipkan untuk menjalani pembinaan.
Untuk mendalami karakternya, produksi film ini melibatkan tenaga profesional yang memiliki pengalaman di bidang pelatihan dan pembinaan.
Boris menjelaskan, pihak produksi mendatangkan praktisi yang mengelola institusi pelatihan bersertifikat agar proses penggambaran kegiatan pembinaan tetap sesuai dengan batasan dan prosedur yang semestinya.
| Baca Juga: Skenario Ditulis 3 Tahun Lalu, Hanung Bramantyo Sebut 'Oki dan Nirmala' Relate dengan Karhutla
“Kita sudah kebetulan mendatangkan profesional di bidangnya, yang memang memiliki sebuah institusi pelatihan bersertifikat. Mereka juga tahu batasan-batasannya, bagaimana mengukurnya, apa yang perlu dan tidak perlu,” tutup Boris.







