Sabrina Chairunnisa Bantah Kuliah Dibiayai Deddy Corbuzier, Ungkap Bisa Sekolahkan 90 Anak
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleWarganet Ikut Membela Sabrina
Respons Sabrina menuai dukungan dari sejumlah pengguna media sosial. Sebagian menilai komentar tersebut mengabaikan kemandirian finansial dan aktivitas profesionalnya.
"Wanita se mandiri ini dibilang dibayarin mantan, hadeh," tulis seorang warganet di kolom komentar.
| Baca Juga: Pesona Sabrina Chairunnisa, Tampil Berhijab di Runway New York Fashion Week 2026
Warganet lainnya juga menyampaikan pembelaan, "Dia berduit lho. Sekali lagi dia berduit. Ya kali bisa kasih beasiswa tanpa punya duit sendiri."
Sebelumnya, Sabrina juga pernah menanggapi komentar yang menyindirnya karena belum memiliki anak saat masih menikah dengan Deddy.
"Nggak semua orang goals (tujuan) hidup utamanya beranak kayak lo. Gue belum punya anak tapi gue udah beasiswain 100 anak," jawabnya pada April 2025
Tetap Melanjutkan Pendidikan di Luar Negeri
Sabrina memang dikenal memiliki minat besar terhadap pendidikan. Ia menyelesaikan S1 Desain Komunikasi Visual di Universitas Trisakti dan S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan.
| Baca Juga: Dikritik Usai Unggah Wisuda Summer School di Yonsei University, Sabrina Chairunnisa Minta Maaf
Ia sempat mengambil program doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia, sebelum mengundurkan diri pada Juli 2026 karena berencana pindah ke New York untuk melanjutkan studi.
Pada Agustus 2026, Sabrina juga membagikan kabar kelulusannya dari program musim panas di Yonsei University, Korea Selatan.
Punya Program Beasiswa untuk Anak yang Membutuhkan
Kepedulian Sabrina terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga yang mengalami kendala finansial.
Pada 2025, ia membuka kesempatan kuliah gratis bagi delapan calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi atau SNBT, dengan pilihan bidang seperti kedokteran, kedokteran hewan, keperawatan, dan hukum. (*)







