Tanggapi Rumor Soobin TXT, BIGHIT MUSIC Siapkan Langkah Hukum
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Soobin TXT menjadi sasaran rumor terkait kehidupan pribadinya setelah sejumlah foto yang diduga merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) atau deepfake beredar di media sosial China sejak Senin (19/10/2026).
Kontroversi semakin memanas setelah seorang pria membuat pernyataan dalam siaran langsung yang diyakini menyinggung rumor tersebut.
Kini, BIGHIT MUSIC akhirnya buka suara dan menegaskan akan menempuh jalur hukum terhadap penyebaran informasi palsu serta rumor jahat menjelang comeback TXT.
| Baca Juga: Hampir 9 Tahun Pacaran, Lee Sun Bin Ungkap Cara Unik Pantau Lee Kwang Soo
Foto Pribadi Diduga Deepfake, Fans Temukan Kejanggalan

Rumor bermula dari unggahan yang menuduh Soobin menggunakan aplikasi kencan sesama jenis. Unggahan tersebut disertai foto yang diklaim memperlihatkan sang idol bersama pria lain, termasuk gambar bermuatan intim.
Namun, keaslian materi tersebut belum terverifikasi secara independen. Sejumlah penggemar menduga foto-foto itu merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.

Mereka menyoroti beberapa kejanggalan, mulai dari perbedaan warna rambut hingga tahi lalat khas Soobin yang disebut tidak terlihat dalam gambar.
Detail stopkontak yang dianggap tidak sesuai dengan lokasi yang dirumorkan juga menjadi bahan perdebatan.
Meski demikian, perbedaan visual tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh foto merupakan hasil manipulasi AI.
| Baca Juga: Gaya Son Ye Jin Saat Liburan di Jepang Dikritik, Disebut Outfit 'Ibu-ibu'
Pria yang Mengaku Terlibat Buka Suara
Pada Rabu (21/10/2026), seorang pria yang dikabarkan berasal dari China membahas kontroversi yang menyeret Soobin melalui siaran langsung.
Ia mengaku pernah menjalin hubungan dengan seseorang tanpa mengetahui bahwa orang tersebut merupakan idol K-pop terkenal.
Pria itu juga mengklaim pernah mengirimkan video kepada teman dekatnya. Menurut pengakuannya, temannya kemudian mengambil tangkapan layar dari video tersebut dan menyebarkannya tanpa izin.
Ia turut mengisyaratkan bahwa hubungannya dengan orang yang dimaksud masih berlanjut, tetapi sedang bermasalah.
| Baca Juga: Jihyo TWICE Dirikan EMITHAUS, Perjalanan 21 Tahun Bersama JYP Resmi Berakhir
Meski rumor mengaitkan pernyataannya dengan Soobin, pria tersebut tidak menyebut nama sang idol secara langsung. Identitas dan kebenaran klaimnya pun belum terverifikasi.
Kondisi ini membuat penggemar semakin khawatir karena pernyataan sepihak tersebut dapat memperluas spekulasi tentang kehidupan pribadi Soobin.
BIGHIT MUSIC Akhirnya Tegaskan Bakal Tempuh Jalur Hukum
Setelah penggemar mendesak agensi melalui kampanye pengiriman email massal, BIGHIT MUSIC mengunggah pemberitahuan di Weverse pada Kamis (22/10/2026).
"Kami telah mengidentifikasi penyebaran informasi palsu dan rumor jahat yang menargetkan artis kami secara masif di media sosial dan komunitas daring," tulis BIGHIT MUSIC, Kamis (22/10/2026).
| Baca Juga: Lisa BLACKPINK Lagi-lagi Terciduk Bareng Blue Pongtiwat, Isu Pacaran Kian Menguat
Agensi menjelaskan bahwa sebelumnya mereka menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan agar rumor tidak semakin meluas.
Namun, serangan yang meningkat menjelang comeback membuat perusahaan memutuskan mengambil langkah tambahan.
BIGHIT MUSIC juga menegaskan, "Kami sedang mengumpulkan bukti dari platform dalam maupun luar negeri dan akan mengambil tindakan hukum tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab, tanpa toleransi ataupun penyelesaian damai."
Pernyataan tersebut tidak menyebut nama Soobin atau foto tertentu secara eksplisit. Meski begitu, pengumuman ini menjadi tindak lanjut resmi agensi mengenai penyebaran rumor dan informasi palsu yang menargetkan artisnya.
| Baca Juga: Gegara Unggahan Instagram, Suga BTS Dirumorkan Pacaran dengan Aktris Go Ara
TXT dijadwalkan merilis mini album kesembilan bertajuk 'PERFECT STORM' pada 16 November 2026.
Di tengah persiapan tersebut, agensi meminta penggemar melaporkan unggahan ilegal melalui sistem pelaporan resmi HYBE, alih-alih ikut menyebarkan materi yang belum terverifikasi. (*)







