Cut Tari Kembali ke Sinetron Setelah 6 Tahun Vakum, Siap Dibenci Penonton
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleCut Tari juga menyebut Dinda Kirana dan Andri Mashadi sebagai rekan kerja yang kerap mencairkan suasana. Di depan kamera, ia harus mempertahankan karakter Tamara yang serius dan penuh intrik. Namun, di luar adegan, tingkah jenaka kedua pemain tersebut justru menjadi hiburan tersendiri.
“Mereka ini, terutama yang muda-muda seperti Andri Mashadi dan Dinda Kirana, aslinya kocak banget. Aku yang karakternya paling serius di sini merasa sangat terbantu dan sering terhibur melihat tingkah mereka,” ujar istri Richard Kevin ini.
Selain kekompakan para pemain, Cut Tari mengapresiasi keseriusan tim produksi dalam mempersiapkan kebutuhan syuting, termasuk lokasi dan set yang mendukung cerita. Menurutnya, persiapan yang matang membantu para pemain membangun suasana dan mendalami karakter.
| Baca Juga: Gayung Bersambut, Trio Bajaj Siap Comeback di Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Jilid 20
Tamara, Antagonis yang Siap Memancing Kemarahan
Dalam Wajah Cinta yang Lain, Cut Tari menghadapi tantangan berbeda melalui karakter Tamara. Ia memerankan istri kedua Arya (Rommy Sulastyo) yang berusaha mempertahankan posisinya dalam keluarga sekaligus memastikan Pamela mendapatkan apa yang diinginkannya.
Rasa sayang Tamara kepada putrinya menjadi dasar dari berbagai tindakan yang ia lakukan. Namun, keinginan tersebut kerap diwujudkan melalui cara yang keliru.
“Dia sangat sayang sama anaknya, yaitu Pamela. Saking sayangnya, dia sangat menghalalkan segala cara. Dia pengin anaknya mendapatkan kebahagiaan, tetapi selalu punya cara-cara yang salah,” ujar Cut Tari.
Tamara juga menjadi salah satu penggerak konflik utama dalam cerita. Kebenciannya terhadap Ariana dan ambisinya mempertahankan kepentingan keluarga membuatnya terus terlibat dalam berbagai intrik.
| Baca Juga: Comeback Main Sinetron, Dewi Perssik Akui Grogi Perankan Karakter Melodi
Cut Tari menyadari bahwa karakter tersebut memang tidak ditujukan untuk disukai. Karena itu, ia berusaha membangun Tamara sebagai sosok yang mampu membangkitkan emosi penonton, bukan sekadar antagonis yang sesekali melakukan kejahatan.
“Aku di sini antagonisnya bukan untuk disukai orang. Aku harus main dengan karakter yang lebih antagonis. Gimana caranya orang enggak suka, orang gemas banget, dan pengin supaya dia cepat dapat karma. Soalnya Tamara ini mastermind-nya,” kata pemeran Tari dalam sinetron Kemilau Cinta Kamila itu.







