Sarwendah Ikutan, Apa Itu Tren 'Stop The Wedding!' yang Viral di TikTok?
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tengah konflik hukumnya dengan Ruben Onsu yang tak kunjung menemukan penyelesaian, Sarwendah turut meramaikan tren 'Stop The Wedding!' yang viral di TikTok.
Melalui akun TikTok pribadinya, Senin (19/10/2026), eks anggota Cherrybelle itu membagikan video yang memperlihatkannya lip sync lagu 'Stop The Wedding!' dari Ashe.
"Seandainya saja dulu aku tahu apa yang aku ketahui sekarang," tulisnya di keterangan unggahan.
Selain Sarwendah, selebgram Larissa Chou dan Rachel Vennya juga membuat unggahan serupa. Keduanya diketahui sama-sama pernah bercerai dan sempat terlibat konflik dengan mantan suami.
| Baca Juga: Rumah Ruben Onsu dan Sarwendah Masuk Proses Lelang Bank, Pihak Sarwendah Minta Penundaan
Lantas, apa sebenarnya tren 'Stop The Wedding!' dan bagaimana tren ini viral di media sosial?
Berawal dari Lagu
Tren tersebut dimulai setelah penyanyi Amerika Serikat Ashlyn Rae Willson atau yang lebih dikenal dengan nama Ashe merilis single 'Stop The Wedding!' pada 7 Agustus 2026.
Lagu bergenre pop itu bertengger di sejumlah tangga lagu dunia, termasuk US Billboard Hot 100, UK Singles Chart, dan TOP 50 Global Spotify.
Sejumlah pengguna TikTok kemudian mengubahnya menjadi tren yang memperingatkan seseorang agar tidak terjebak dalam hubungan asmara yang tidak sehat, serta merefleksikan kembali kesiapan mereka menikah.
| Baca Juga: Berlliana Lovell Tempuh Jalur Hukum Usai Insiden Live TikTok
Beberapa pengguna menggunakan trennya untuk mengungkap sisi red flag pasangan mereka sebagai pengingat untuk pengguna lainnya.
Ada juga sebagian yang menunjukkan penyesalan mereka menikah dengan pasangan yang tidak tepat lewat tren tersebut, seperti yang dilakukan oleh Sarwendah.
Dilihat Vivia Media di TikTok pada Jumat (23/10/2026), lagu 'Stop The Wedding!' telah digunakan dalam lebih dari 1,4 juta unggahan.
Stop The Wedding! Tentang Apa?
"You don't have to waste your night (Kamu tak perlu menyia-nyiakan malammu) / And wear your heart out (Dan menguras perasaanmu) / The warning signs are flashing now (Tanda-tanda peringatan kini telah terlihat jelas) / Stop the wedding! (Hentikan pernikahan itu)"
Lewat lirik tersebut, Ashe mengirimkan nasihat kepada para pendengar bahwa mereka bisa dan berhak untuk menghentikan pernikahan jika merasa keputusan yang diambil tidak tepat.
| Baca Juga: Prilly Latuconsina hingga Jefri Nichol Bersuara, Aksi Greenpeace di Bundaran HI Tuai Dukungan
Kisah Pengalaman Pribadi
Lagu 'Stop The Wedding!' ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Ashe ketika ia terikat pernikahan toxic dengan mantan suaminya. Ia menyebut hubungannya kala itu 'mengerikan' .
Lewat karya musik tersebut, ia seolah berbicara dengan dirinya sendiri di masa lalu untuk lebih memercayai perasaan dan nalurinya daripada terus bertahan dalam hubungan yang sebenarnya tidak ia inginkan.
"Seandainya ada yang memberi tahu saya bahwa saya tidak terjebak dan bahwa saya bisa pergi, mungkin saya bisa mengubah keadaan lebih cepat," ujarnya, dikutip dari BBC, Jumat (23/10/2026).
"Mungkin bukan tepat di depan altar, mungkin beberapa minggu sebelumnya, tetapi itu adalah sesuatu yang sungguh saya butuhkan saat itu," sambungnya. (*)







