Dea Panendra Cerita Adaptasi Hidup di Portugal, Jalan Kaki hingga 20 Ribu Langkah Sehari
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Dea Panendra merasakan perbedaan besar dalam menjalani aktivitas sehari-hari saat tinggal di Portugal selama satu tahun. Kebiasaan yang di Indonesia lebih banyak mengandalkan kendaraan berubah menjadi rutinitas berjalan kaki untuk berbagai keperluan.
Pengalaman itu dijalani Dea pada 2025 ketika mendampingi suaminya, Rui Gomes, di negara asalnya. Selama tinggal di sana, aktris berusia 35 tahun tersebut juga sempat beristirahat dari kegiatan akting.
Dea mengaku bisa berjalan hingga 10.000 sampai 20.000 langkah dalam sehari. Aktivitas tersebut bahkan membuat jempol kakinya sampai berdarah.
"Di Portugal seru, sering jalan ya. Sekarang kan kalau di Indonesia jalan kaki paling 500 langkah. Di Portugal bisa 10.000 sampai 20.000 langkah sampai jempol kaki berdarah," ucapnya.
| Baca Juga: Dimas Seto Ungkap Kunci Lari Maraton, Pemula Diminta Bangun Stamina Bertahap
Ia menuturkan, berjalan kaki menjadi bagian dari kegiatan rutin, mulai dari berbelanja ke pasar hingga pergi untuk bersantai. Berbeda dengan kebiasaannya di Indonesia yang kerap menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi daring, di Portugal ia harus membawa sendiri barang belanjaannya.
"Kalau kita di sini ke mana-mana selalu pakai kendaraan online dan segala macam. Di sana belanja digotong sendiri, jalan kaki lumayan capek. Kalau masalah makanan cocok, karena mereka juga makan nasi," jelasnya.
Dea juga menemukan kesamaan dalam urusan makanan. Selain nasi, ia menyebut masyarakat di Portugal juga mengonsumsi ceker ayam dan tutut atau keong sawah.
Pengalaman tinggal di luar negeri itu menjadi bagian dari kehidupan Dea sebelum kembali aktif di industri film Indonesia. Setelah setahun menetap di Portugal, ia pulang ke Tanah Air karena merindukan pekerjaan dan kegiatan berakting.
| Baca Juga: Nyeri Lutut Saat Salat, Aldi Taher Didiagnosis Mengalami Pengapuran Pada Lutut
"Setelah setahun, akhirnya pulang dan dapat project film 'Gasigogi' ini. Kemaren juga pulang ke Indonesia karena rindu bermain, rindu kerja juga," kata Dea
Kepulangannya ke Indonesia juga diikuti oleh Rui. Menurut Dea, justru sang suami yang meminta mereka kembali ke Tanah Air setelah setahun tinggal di Portugal.
Kini, Rui disebut semakin betah tinggal di Indonesia. Dea mengatakan suaminya menyukai iklim tropis dan keramahan masyarakat Indonesia.
"Suami aku malah justru lebih suka Indonesia karena iklimnya tropis dan manusianya menyenangkan. Kalau bahasa Suamiku Ya bisa lah kalau 'aku lapar' dia bisa," ujar Dea. (*)







