Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Film Kembar Tak Sama menjadi proyek yang istimewa bagi Damar Rizal Marzuki. Film ini menandai debutnya sebagai sutradara film layar lebar sekaligus mengangkat dinamika kehidupan remaja kembar, Bimo dan Raka, yang memiliki perbedaan mencolok, baik dari segi fisik maupun karakter.

Cerita film ini mengeksplorasi kehidupan kedua saudara tersebut di lingkungan keluarga hingga kehidupan perkuliahan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Latar kampus seni itu juga memiliki kedekatan tersendiri dengan Damar yang merupakan alumnus S1 dan S2 Seni Teater IKJ, serta aktif mengajar sebagai dosen di kampus tersebut.

Sebagai sutradara yang terbiasa menggarap pertunjukan teater, anak kedua mendiang aktor Epy Kusnandar ini mengaku perlu beradaptasi dengan bahasa visual dan kemungkinan kreatif yang berbeda dalam produksi film.

Meski demikian, dukungan tim teknis dari Fakultas Film dan Televisi (FFTV) IKJ membuatnya lebih tenang menjalani proyek pertamanya tersebut.

| Baca Juga: Endy Arfian Ungkap Tantangan Perankan Tokoh Kembar di Film 'Kembar Tak Sama'

“Ya, karena ada beberapa bahasa visual yang biasanya saya menyutradarai panggung teater, terus bagaimana ketika masuk ke kreatif film bisa apa saja yang terjadi, kemungkinan kreatif apa saja yang terjadi,” ujar Damar ditemui di Auditorium Gedung Rektorat Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Senin (26/10/2026).

Kelahiran Bandung 33 tahun ini, bersyukur ide dan imajinasinya dapat diterjemahkan dengan baik oleh tim pendukung. Kendati demikian, Damar menyadari bahwa proses syuting tetap memiliki tantangan yang harus diantisipasi.

“Karena didukung oleh tim teknis dari FFTV IKJ dan segala imajinasi atau kreatif yang ada di pikiran ini diterjemahkan oleh tim teknis pendukung, jadi tenang ngejalaninnya,” katanya.

Awal Ide Cerita

Ide cerita Kembar Tak Sama awalnya dicetuskan oleh eksekutif produser Budi Yulianto. Gagasan tersebut muncul setelah melihat Endy Arfian bermain dalam film Pengin Hijrah dan Mahatva Zakie memerankan karakter dalam drama musikal. Dari sana, muncul gagasan untuk mempertemukan keduanya dalam cerita tentang saudara kembar yang justru memiliki banyak perbedaan.

| Baca Juga: Full Senyum Meski Diguyur Hujan, Tim ‘Red Before Dawn’ Siap Bersaing di Tokyo International Film Festival 2026

“Pak Budi mencetuskan ide Kembar Tak Sama, melihat fenomena Endy berperan di film Pengin Hijrah dan Zaki berperan di drama musikal, dan coba bagaimana jika disatukan dengan karakter yang kembar tapi secara semuanya beda,” jelas Damar.

1 2 3

Tags: