Perdana Akting Kesurupan di Film 'Hajatan Setan', Ari Irham di Makeup Seram 2,5 Jam
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Ari Irham kembali membintangi film horor 'Hajatan Setan". Kali ini, ia menghadapi tantangan berbeda dari film-film horor yang pernah dibintanginya, yakni melakoni adegan kesurupan dengan karakter entitas menyerupai anjing.
Dalam film produksi MBK Productions & Drias Film ini, Ari memerankan Gaung, anak dari Bapak Santoso (Indra Birowo). Dia adalah anak yang sakit-sakitan dan mempunyai hubungan pahit dan manis dengan bapaknya.
Ari mengaku tertarik terlibat dalam film tersebut karena cerita yang ditawarkan serta tantangan baru dalam skenarionya. Adegan kesurupan menjadi salah satu hal yang belum pernah ia dapatkan di film horor sebelumnya.
“Waktu dikasih skenarionya, ada beberapa adegan yang memang belum pernah aku lakukan sebelumnya di film-film horor aku yang terdahulu, yaitu adegan kesurupan. Itu jadi salah satu tantangan yang menarik buat aku karena sebelumnya belum pernah mencoba hal tersebut,” ujar Ari Irham saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
| Baca Juga: Ari Irham Belajar Jadi Vokalis Band Demi Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Tantangan Menghidupkan Entitas Menyerupai Anjing
Menurut aktor 25 tahun ini, tantangan terbesarnya adalah menginterpretasikan sosok entitas yang merasuki tubuh manusia. Ia harus menerjemahkan gambaran dalam skenario menjadi gerakan dan ekspresi yang meyakinkan di depan kamera.
“Interpretasi makhluk entitas setan yang ada di Hajatan Setan itu lumayan sulit digambarkan, seperti apa wujud kesurupannya. Tantangannya ada di sana, yaitu menginterpretasikan entitas tersebut menjadi seperti apa yang digambarkan di skenario ketika si makhluk merasuki tubuh manusia,” tuturnya.
Untuk membangun karakter tersebut, Ari tidak secara khusus mencari referensi melalui YouTube. Ia lebih banyak mengandalkan interpretasi pribadi dengan bantuan sutradara Bambang Drias dan Eko Kristianto di lokasi syuting.
Karena sosok entitas yang diperankannya menyerupai anjing, Ari mencoba menerjemahkannya melalui gestur tangan dan gerakan tubuh, termasuk berjalan merangkak.
| Baca Juga: Borong 3 Penghargaan di Kolombia, ‘Ghost in the Cell’ Semakin Mendunia
“Kalau dilihat dari bentuknya dia menyerupai anjing, ya sudah, mungkin tangannya dibikin gestur seperti ini, jalannya merangkak menyerupai anjing, dan pastinya seluruh badan dipanaskan semua,” kata kekasih Taskya Namya ini.
Makeup Kesurupan hingga 2,5 Jam
Tantangan Ari tidak berhenti pada pengolahan karakter. Penampilannya juga mengalami perubahan drastis melalui riasan khusus yang membutuhkan waktu cukup lama.
Ia menjelaskan, proses syuting kerap mengharuskannya berganti dari tampilan normal atau clean ke riasan kesurupan, begitu pula sebaliknya. Perubahan tersebut dilakukan menyesuaikan kebutuhan adegan dan lokasi pengambilan gambar.
“Kadang kami take adegan yang clean dulu. Setelah itu, kami dirias untuk adegan kerasukan yang proses makeup-nya cukup lama, sekitar dua jam hingga 2,5 jam,” ungkap Ari.
Proses tersebut meliputi riasan pada wajah dan tangan, pemasangan softlens, hingga penempelan prostetik untuk menciptakan detail bekas luka.
Prostetik yang digunakan tidak menutupi seluruh wajah, melainkan hanya beberapa bagian, termasuk detail urat-urat. Tangan dan kakinya juga dihitamkan untuk mendukung penampilan karakter.
Menurut Ari, proses membersihkan riasan tersebut pun cukup merepotkan. Meski demikian, ia menganggap perubahan penampilan itu sebagai pengalaman baru yang menarik dalam perjalanan aktingnya. Ia bahkan sempat terkejut ketika melihat hasil tes makeup pertamanya saat masa reading.
“Lumayan kaget juga, terutama waktu tes makeup pertama saat masa reading. Pas dirias dan melihat hasilnya, ‘Oh, begini ya tampilannya.’ Belum pernah dirias seperti ini di peran-peran yang pernah aku mainkan sebelumnya,” ujarnya.
| Baca Juga: Debut Garap Kisah Unik Film 'Kembar Tak Sama', Sutradara Libatkan Mahasiswa IKJ
Pakai Sling dan Softlens Harus Menahan Sakit
Salah satu tantangan fisik paling berat yang dirasakan Ari adalah ketika melakoni adegan kesurupan menggunakan sling.
Dalam film ini, adegan kesurupannya melibatkan alat tersebut sehingga ia harus menjaga keseimbangan sekaligus mempertahankan ekspresi sesuai karakter.
“Menurut aku semuanya susah karena saat memakai sling kita harus menjaga keseimbangan. Ekspresinya juga harus tetap tepat, meskipun di bagian bawah tubuh sini lumayan sakit karena ketarik oleh sling,” jelasnya.
Selain sling, penggunaan softlens khusus berwarna merah juga menjadi kendala tersendiri. Ari mengaku matanya terasa sakit dan tidak nyaman selama proses syuting sehingga softlens tersebut sempat diganti dua hingga tiga kali.
| Baca Juga: Walter Koenig, Pemeran Pavel Chekov 'Star Trek' Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
Softlens yang digunakan merupakan jenis sclera lens, yakni lensa yang menutupi area bola mata lebih luas daripada softlens biasa. Meski masih bisa melihat, jarak pandangnya menjadi sangat terbatas dan buram.
“Masih bisa lihat, tapi sangat buram dan jarak pandangnya sedikit sekali,” tutup Ari.
Selain Ari Irham, film ini juga menghadirkan Asri Welas, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Bima Zeno, Karina Suwandi, Sita Permata Sari, serta Luna Maya.
Cerita berpusat pada perempuan muda, Dara (Alika Jantinia) yang memutuskan kembali atau pulang ke kampung halamannya di pedesaan Jawa setelah lama merantau.
| Baca Juga: Taskya Namya Nangis saat Jalani Adegan Kekerasan Seksual di 'Rambut Sewu: Satu Langkah Getih'
Namun, kepulangannya bukannya membawa kehangatan, melainkan mengorek kembali luka lama serta membuka sisi gelap dari sebuah tradisi desa.
Pesta adat atau hajatan yang biasanya menjadi simbol rasa syukur dan kemakmuran ternyata menyimpan perjanjian gelap—di balik kemeriahan pesta tersebut, ada ritual berdarah yang menuntut tebusan atau tumbal nyawa warga desa. (*)







